Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kadis Kebersihan Manado Temukan Warga Buang Hajat di Muara DAS Tondano

"Saya kaget saat mendapati hal seperti ini, langsung saja saya meminta ia membuang hajat di toilet lantai tiga pasar bersehati."

Tayang:
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Kadis Kebersihan Kota Manado turun langsung memimpin pembersihan sampah di Pasar Bersehati dan Dermaga Kali Mas Manado, Senin (28/9/2015). Satu temuan yang mengagetkan adalah warga yang doyan buang hajat di kawasan ini. (TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN) 

TRIBUN MANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Dinas Kerbersihan Kota Manado Julises Oehlers mengelar kegiatan bersih - bersih sampah di Pasar Bersehati, dan Pelabuhan Kalimas Manado.

Hal ini dilakukan demi menjawab keinginan masyarakat serta menciptakan pasar yang bersih sesuai namanya.

Pada proses pembersihan sedikit berjalan tidak baik karena ada beberapa orang ditemukan sedang membuang hajat di badan Sugai Das Tondano.

Menurut Matius warga yang bekerja di pelabuhan ini turis juga kesal melihat tumpukan sampah di lokasi ini, Senin (28/09).

Sering mendapatkan laporan masyarakat terkait pasar yang semakin hari semakin kotor membuat Julises tidak mau tinggal diam.

Buktinya pagi itu, ia menurunkan 50 personil kebersihan yang terdiri dari petugas penyapu jalan dan pertamanan untuk membersihkan pasar yang menyediakan kebutuhan makan sehari - hari.

Kegiatan yang berlangsung lebih kurang dua jam ini telah mengumpulkan sampah dalam jumlah yang banyak lebih kurang dua ton.

Sampah dikumpulkan dari tangga yang menghubungkan bangunan ini ke lantai dua dan tiga.

Kemudian dilanjutkan sampai ke lapak - lapak milik pedagang yang berada dilantai satu.

Pada proses pembersihan sempat dikagetkan dengan perilaku masyarakat yang sedang membuang hajat di muara DAS Tondano.

Merasa perbuatan ini bisa menimbulkan penyakit maka Kadis memerintahkan untuk membuang hajat pada tempatnya.

"Saya kaget saat mendapati hal seperti ini, langsung saja saya meminta ia membuang hajat di toilet lantai tiga pasar bersehati. Namun sayang sekali katanya buang hajat wajib membayar,"jelas Julises dengan wajah kecewa.

Ia pun mengungkapkan rasa kecewa dan meminta agar toilet umun jangan dipungut biaya, sebab wajib digunakan oleh pelanggan dan pedagang. Kemudian untuk masalah kebersihannya sudah merupakan tugas dari petugas kebersihan pasar.

"Jangan buang hajat sembarangan bisa - bisa menimbulkan segala bibit penyakit, kan sudah ada toilet,"ungkapnya.

Kegiatan bersih - bersih terus berlanjut sampai ke Pelabuhan Kalimas. Bahkan didepan pelabuhan ini ditemukan setumpuk sampah yang kata masyarakat sengaja di buang, karena PD Pasar tidak mau mengangkutnya ketika berada areal pasar.

"Kami sudah tidak tahu siapa saja yang datang buang sampah disini. Bahkan beberapa kali melihat petugas hotel menggunakan mobil pick up memindahkan sampahnya kesini,"ujar Matius yang bekerja sebagai Guide (penuntun jalan).

Selain itu menurut dia pedagang juga menjadi pemicu menumpuknya sampah di tempat yang bukan seharusnya menjadi tempat sampah. Akibatnya banyak turis yang mengeluh ketika melalui jalur ini.

"Bukan hanya kita yang kesal tapi para turis juga merasakan hal yang sama. Bahkan mereka juga mengatakan community here slovenly (masyarakat disini jorok)," ujar pria yang biasa menjadi penerjemah bahasa ini Kepada Tribun Manado ketika di wawancarai.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wani petugas penyeberangan yang setiap harinya mengangkut penduduk lokal.

Ia berharap agar pelabuhan ini sesegera mungkin dibersihkan kemudian harus di pasang tanda larangan membuang sampah di dalam pelabuhan.

"Memang menyadarkan pembuang sampah tidaklah mudah, contohnya di pasar bersehati yang sebagian besar pedagang buang sampah ke tengah jalan. Kalau sudah ada tanda larangan pasti yang buang sampah malu dan takut," tukasnya. (Tribun Manado/Felix Tendeken)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved