Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olly Dondokambey Hadiri HUT KKPG ke-18

Kegiatan berlangsung meriah dengan disemarakkan dengan undian berhadiah seperti puluhan kulkas, televisi, kipas angin, kompor gas, rice cooker, dll.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Olly Dondokambey. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru agama (KKPG) dilingkup Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, di Pantai Lakban, Desa Ratatotok, Minahasa Tenggara, pada Jumat (4/9/2015).

Ibadah yang dihadiri oleh ribuan pendeta dan guru agama se GMIM dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM Pdt HWB Sumakul. Hadir pula Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Olly Dondokambey,
Ketua DPRD Sulut, Steven Kandou, Bupati Minahasa Tenggara yang juga ketua Panitia kegiatan, James Sumendap dan wakil Bupati Mitra Ronald Kandoli yang hadir belakangan serta Direktur Newmont Minahasa Raya David Simpie.

Kegiatan berlangsung meriah dengan disemarakkan dengan undian berhadiah seperti puluhan kulkas, televisi, kipas angin, kompor gas, rice cooker, dispenser.

Hadiah utama dua unit sepeda motor yang dimenangkan oleh keluarga pendeta Hendrik dan Jane Watimena dari GMIM Jemaat Tuutu, Tondano dan Keluarga Pendeta Robert dan Janet Salangka dari Sinongsayang, Minahasa Selatan. Tak kalah menarik panitia menyiapkan hadiah undian tour ke Bali.

Anggota DPR RI, Olly Dondokambey kepada Tribun Manado mengatakan kegiatan tahunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan talipersaudaraan antara sesama pendeta dan guru agama di GMIM. "Harapannya kerukunan para hamba Tuhan ini bisa berjalan terus sehingga persatuan diantara keluarga pendeta lebih erat," katanya.

Dalam sambutannya, Olly mengatakan kegiatan tersebut dalam rangkah merepleksikan kerukunan dan kedamaian antara sesama anggota KKPG. "Pendeta dan Guru Agama sudah menjadi ujung tombak perangkat pelayanan dalam mengantarkan GMIM untuk tumbuh dan berkembang," bebernya.

Sehingga saat ini GMIM sudah terbentuk 110 wilayah, 925 jemaat, 10.120 kolom dengan anggota jemaat 789.425 jiwa. Ini sebagat tanda persekutuan yang diberkati Tuhan.

"Ini kekuatan besar bagi GMIM dalam rangka menggerakkan ekonomi Sulawesi Utara dan menjalankan pembangunan Sulut. Begitu besar kekuatan kita untuk mensejaterahkan," ucapnya.

Dia bangga terhadap pendeta dan guru agama yang sudah secara total memberi diri dalam komitmen dan pekerjaan pelayanan. "GMIM memiliki 587 pendeta laki-laki dan 1.252 pendeta perempuan. GMIM juga memiliki 49 guru agama laki-laki dan 25 guru agama perempuan. Inilah menjadi harapan kedepan untuk menjadi pemimpin pelayan," ungkapnya.

Hal ini memotivasinya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sulut agar menjadi pemimpin pelayan. Dia mengajak semua pendeta dan guru agama yang hadir untuk dapat melayani dalam rangkah memajukan Sulut.

"Kita sama-sama topang menopang, agar kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Memang menjadi pemimpin pelayan harus dimulai dari niat yang tulus untuk melayani semua orang, tanpa pilih kasih. Tak boleh ada yang tertinggal," tegasnya. (tribunmanado/aldi ponge)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id, menyajikan lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini. Follow Twitter @Tribun_Manado dan Like fanpage kami di Tribun Manado Sharing Community. TribunManadoNomor1

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved