Simulasi, Dua Provokator Dicidu Tim Gakkum Bitung
Stadion Duasudara Bitung tempat bermain sepak bola mendadak berubah menjadi arena 'berkelahi' antara polisi dan masyarakat.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG- Stadion Duasudara Bitung tempat bermain sepak bola mendadak berubah menjadi arena 'berkelahi' antara polisi dan masyarakat, pembakaran hingga bunyi tembakan hingga hujan air menghiasi tengah lapangan berpasir campur rumput kering, Rabu (26/8).
Perkelahian antara Polisi dan masyarakat merupakan bagian dari simulasi pelaksanaan Pilkada di wilayah Polres Bitung, membuat tatapan dua bola mata tamu undangan yang menyaksikan dari tenda tamu sempat terpanah. Sesekali mereka melempar senyum saat melihat aksi para polisi yang sedang beraksi, mereka yang menyaksikan Kapolres Bitung AKBP Reindolf Unmehopa, Komandan Kodim 1310 Bitung Letkol Inf Rofiq Yusuf, Ketua KPU Bitung Josep Sammy Rumamby, Ketua Panwas Bitung Deiby Londok, perwakilan Marinir, perwakilan Pangadilan Bitung, Laurensius Supit ketua DPRD Bitung, para camat dan kapolsek.
Terlihat simulasi pelaksanaan pilkada di wilayah Polres Bitung ikut disaksikan oleh para calon walikota dan wakil walikota Bitung seperti Santy Luntungan dan Fabian Kaloh calon wakil walikota dari usungan gabungan partai. Calon independen Stefanus Pasuma dan Mario Karundeng dan Linna Utiarachman bersama Petrus Karel Singale.
Sebelum simulasi diawali dengan pelaksanaan apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Praja 2015 Pengamanan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung. "Dalam simulasi tersebut dibagi dalam beberapa sesi melibatkan ratusan personil polisi, water canon, truk dalmas, mobil patroli, brigade motor sat lantas dan tim penegakan hukum (Gakkum)," ucap narator dari balik pengeras suara.
Tahap pertama dimulai pada pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS), dimana satu orang warga mabuk mengamuk karena namanya tidak masuk dalam daftar pemilih. Polisi yang berjaga dilangsung melakukan pengamanan hingga aksi tak diinginkan berhasil di redam. Namun naas setelah melewati keadaan pengamanan terhadap seorang warga Polisi dibuat kelimpungan dengan aksi massa lainnya yang memaksa ingin mengambil kotak suara. "Tidak benar proses pemunugtan suara ini, ayoo rakyaat kita bertindak ambil kotak suaranya," teriak massa yang diperankan oleh anggota Polisi dibawah koordinator lapangan Kasat Narkoba Iptu Novri Sadia.
Polisi pun sempat dibuat kerja keras untuk mengantisipasi aksi massa tersebut dengan menerjunkan polisi polsek Matuari, patroli rayon hingga bantuan Polres Bitung berhasil mencegak warga berbuat anarkis. Tak puas dengan itu massa yang membawa tangkai pohon pencegat mobil sat pol PP yang dikawal Polisi membawa kotak suara ke KPU Bitung, aksi saling dorang terjadi polisi kembali menerjunkan kekuatan penuh mengamankan aksi massa. Puncaknya di kantor KPU Bitung terjadi aksi protes dari satu diantara pasangan calon yang tidak menerima dengan hasil pemunggutan suara, sehingga massa yang diperankan oleh Polisi menyerang kantor KPU. "Bubarkan KPU... Bakar KPU...," teriak massa.
Polisi mengerahkan kekuatan penuh sesuai dengan Perkap tahun 2016 Peraturan Kapolri tentang pengendalian massa.
Dalam adegan inilah diperagakan bentrok antara massa dengan petuas polisi anti huru-hara, hingga melibatkan water canon yang berhasil membubarkan massa. "Tim Gakkum berhasil mengamankan dua orang provokator yang diduga menjadi profokator aksi unjuk rasa," ucap narator
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/simulasi-penanganan-bencana_20150826_185038.jpg)