Kericuhan di KPU Bolsel, Wakapolres Bolmong Pun 'Jadi Korban'
"Yang harus bertanggungjawab itu Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil pleno tidak disampaikan kepada kami."
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Bakal calon wakil bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dari pasangan perseorangan Yusuf Mooduto mengaku prihatin dengan insiden itu. Ia mengatakan tidak seharusnya masyarakat dihadapkan dengan aparat.
"Yang harus bertanggungjawab itu Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil pleno tidak disampaikan kepada kami," katanya.
Menurut Mooduto, semua harus disampaikan walau mereka tidak lolos. Masyarakat juga katanya berhak tahu.
"Mereka bisa menyampaikan kepada kami tahapan-tahapan sengketa. Jadi tidak harus seperti ini," katanya.
Seharusnya kata Mooduto insiden ini tidak boleh terjadi. Aparat juga dimintanya serius memperhatikan kebenaran insiden.
"Yang ditangkap belum tentu bersalah. Ini kan massa," ujarnya.
Mooduto menambahkan ini merupakan aksi spontan massa. Jika diperintahkan, ia dan Haris Kamaru tidak mungkin mencari perlindungan ketika lemparan batu terjadi.
Pada aksi itu selain semprotan air dari water canon, polisi juga menembakkan gas air mata. Baik polisi maupun masyarakat berkaca-kaca karena kena asap gas yang terbawa angin itu.
Dalam kericuhan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Bolaang Mongondow, Komisaris Polisi (Kompol) Nanang Nugroho juga jadi korban. Ia terkena gas air mata. Kompol Nanang kemudian diberi pasta untuk mengurangi dampak gas itu. (tribunmanado/david manewus)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id, menyajikan lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online. Follow Twitter @Tribun_Manado dan Like fanpage kami di Tribun Manado Sharing Community. TribunManadoNomor1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kericuhan-di-kantor-kpu-bolsel_20150824_195228.jpg)