Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Torang Kanal

Bagi Freny Hontong, Jadi Perawat Itu Berkat Bagi Orang Lain

Menjalankan aktifitas sebagai seorang perawat di Rumah Sakit memanglah tidak mudah.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Freny Hontong 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjalankan aktifitas sebagai seorang perawat di Rumah Sakit memanglah tidak mudah.

Setiap hari harus berhubungan dengan orang sakit dan obat - obatan.

Tentunya tanggung jawab yang di emban sangatlah besar dan berat sebab berhadapan dengan nyawa manusia.

Kalau salah melakukan penaganan maka bisa kena hukum.

Namun bagi Freny Hontong penangung jawab perawatan Rumah Sakit Wolter Mongisidi yang ditemui di Ruang Melati Teling Manado menjadi perawat adalah berkat bagi banyak orang.

"Menjadi perawat atau paramedis memang tidak gampang. Banyak sekali tantangan yang akan kita temui di lapangan. Pasien yang masuk ke rumah sakit berbeda - beda sakitnya. Kalau saya sendiri menagani pasien yang baru habis bersalin dan bayi yang baru saja lahir. Bagi saya menjadi perwat adalah berkat untuk banyak orang sebab bisa menyelamatkan nyawa manusia apalagi yang dalam keadaan darurat,"ujarnya.

Suka duka menjadi perawat begitu dirasakan oleh gadis berdarah campuran Sangihe dan Minahasa kelahiran Manado 26 Februai 1987.

Ia sendiri harus siap dengan segala resiko yang ada.

"Banyak sekali penyakit yang bisa menjangkiti petugas perawat kapan saja biasanya dikenal dengan dekubitus. Artinya ada kuman - kuman orang sakit yang bisa kita hirup saat bekerja, resikonya yaitu menjangkiti aggota keluarga yang ada di rumah. Namun meski demikian kita sudah harus siap dengan semua resiko yang ada," ujarnya.

Bagi gadis berumur 28 tahun yang beralamatkan Kairagi II Lingkungan III Kec. Mapanget, bekerja sebagai para medis memang harus tetap fokus dan konsentrasi.

"Kita di tuntut untuk memberikan terapi obat misalnya lewat suntikan dan sebagainya. Kalau tidak konsentari bisa salah memberikan obat dan jelas sangat berbahaya. Kemudian juga tiap obat punya efek dan kalau tidak di tes atau biasa disebut skin test maka pasien bisa alergi obat dan bahkan sampai dengan keracunan obat,"ujarnya. (Tribun Manado/Felix Tendeken)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved