Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Petugas Medis Meninggal saat Mencoba Menyelamatkan Wanita Cacat

Seorang petugas medis muda berbakat menderita stroke fatal setelah menghabiskan 30 menit mencoba untuk menyadarkan wanita autis.

Penulis: | Editor:
FACEBOOK/SAMANTHA AGINS
Samantha Agins, 22, meninggal setelah mencoba untuk menyelamatkan hidup seorang wanita penyandang cacat. 

TRIBUNMANAD.CO.ID - Seorang petugas medis muda berbakat menderita stroke fatal setelah menghabiskan 30 menit mencoba untuk menyadarkan wanita autis.

Samantha Agins (22), sedang bekerja di sebuah kamp liburan bagi penyandang cacat ketika dia mengalami robek pada arterinya, Jumat lalu.

Dikutip dari laman Mirror.co.uk, Minggu (16/8), dia berusaha keras untuk membantu wanita yang kemudian meninggal itu, di sebuah kamp di New Jersey.

Agins dilarikan ke rumah sakit setelah menderita serangkaian stroke, tapi tragis dia juga tak bisa diselamatkan.

Pada awalnya, mereka mengira gejala yang ditunjukkan oleh calon asisten dokter ini disebakan oleh guncangan dari peristiwa dramatis.

"Tapi ternyata dia sakit dan wajahnya putih seperti hantu," kata ayahnya Bruce Agins kepada NBC.

Pada saat ibunya tiba di Kamp Jaycee di North Brunswick, dia tak lagi responsif.

Dia kemudian di rawat di Pocono Medical Center. Di sinilah dokter menemukan arterinya melemah, mungkin dikarenakan memberi CPR yang lama.

Ada juga kerusakan pada batang otanknya dan tak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya.

Tiga hari kemudian keluarga membuat keputusan untuk memberinya dukungan atas apa yang sudah dilakukan oleh putri mereka.

"Mengetahui dia meninggal setelah mencoba untuk menyelamatkan sebuah kehidupan adalah apa yang ingin dia lakukan. Ini membawa sedikit kenyamanan bagi kita," kata ayahnya. (mirror)

Tags
stroke
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved