Warga Kampung Bobo: Kami Memilih Golput di Pilkada
Pasca eksekusi penggusuran warga Kampung Bobo hampir sepekan lalu, pemilik lahan memagari area tersebut dengan kawat duri.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pasca eksekusi penggusuran warga Kampung Bobo hampir sepekan lalu, pemilik lahan memagari area tersebut dengan kawat duri.
Setelah dieksekusi, Senin (10/8), sebagian warga masih mendiami lahan tersebut. Mereka bertahan dengan sisa-sisa barang yang sempat terselamatkan.
Langkah penggusuran itu masih menuai kontroversi di masyarakat. Ada yang mendukung ada juga yang menolak.
Umi, korban penggusuran.
Eksekusi yang didukung Pemko Manado dinilai warga eks Kampung Bobo tak berperikemanusiaan. Mereka, kata Umi, masih bingung mau tinggal di Manado. Apalagi dengan adanya langkah pemagaran. Bisa saja menyulut emosi masyarakat.
"Saya punya KTP dan terdaftar sebagai masyarakat kota. Yang jelas dampak penggusuran dan pemagaran ini membuat kami tidak percaya dan tidak mau lagi memilih Gubernur dan Walikota nanti,"ujarnya.
Hal serupa dikatakan oleh Madi warga yang sama. Menurut dia selama ini mereka tidak di berikan kesempatan untuk berpindah. Sebab mereka juga kaget karena lokasi langsung digusur.
"Saya hanya mendengarkan isu saja selama ini bahwa akan digusur. Tapi selama ini tidak jelas dan tiba - tiba langsung digusur saja,"ujarnya.
Fandi, warga Tuminting mendukung langkah penggusuran. Alasannya, selama ini banyak penduduk dari luar Manado yang datang tanpa disertai legalitas resmi.
Mereka yang datang mencari nafkah itu tak memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP) atau dokumen kependudukan resmi.
"Banyak warga yang tidak jelas dari mana asal mereka. Kedatangan mereka hanya untuk bekerja dan tidak mau menetap sebagai warga kota,"ujarnya.
Pantauan Tribun, pemagaran terus berlangsung. Pagar dipasang memanjang hingga ke arah pantai dan sungai. Warga sekitar hanya bisa menonton dan tidak bisa berbuat banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pascaeksekusi-kampung-bobo_20150811_110019.jpg)