Wajib Ikut Uji Kompetensi Dokter

Sesuai ketentuan Permenristekdikti tersebut, para calon dokter yang sudah lulus seminar di kampus tidak otomatis langsung dapat ijazah.

Wajib Ikut Uji Kompetensi Dokter
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Ratusan dokter muda mendatangi kantor DPRD Sulut. Mereka datang untuk meminta bantuan tentang masalah yang mereka hadapi. Meski telah dinyatakan lulus dari bangku kuliah, namun ijazah yang mereka harapkan tak kunjung didapati. 

Laporan wartawan Tribun Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menanggapi aksi unjuk rasa 150 calon dokter yang menuntut agar ijazah mereka segera dikeluarkan, pihak Rektorat Universitas Sam Ratulangi Manado, menyarankan agar para demonstran menyoroti Peraturan Menteri Ristek dan Dikti No18 Tahun 2015.

Pasalnya, aturan tersebutlah yang menurut Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof dr Jemmy Posangi MSc PhD SpFK menjadi sumber masalah sehingga pihak universitas tidak serta merta mengeluarkan ijazah. Sebab sesuai ketentuan, para calon dokter itu harus terlebih dahulu lulus uji kompetensi dokter.

"Sesuai ketentuan Permenristekdikti tersebut, para calon dokter yang sudah lulus seminar di kampus tidak otomatis langsung dapat ijazah. Mereka harus lulus uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AiPKI), baru bisa dapat gelar dokter," jelasnya.

Posangi mengakui bahwa selang beberapa tahun terakhir, tingkat kelulusan para calon dokter dari Unsrat dalam uji kompetensi tersebut memang cukup rendah.

"Akibatnya kuota penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran di Unsrat terus menurun, sekarang tinggal 100. Hal ini akibat dari rendahnya tingkat kelulusan dalam uji kompetensi dimaksud," tegasnya

Tags
dokter
Penulis: Susanto_Amisan
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved