Breaking News
Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penggusuran Kampung Bobo Manado

Penggusuran Berlanjut! Pilih Bertahan, Warga Bobo tak Dapat Ganti Rugi

Penggusuran Kampung Bobo masuk babak dua.Warga diberikan kesempatan membenahi perlengkapan rumah untuk pindah.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Warga kampung Bobo di antara puing rumahnya yang hancur akibat penggusuran. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penggusuran Kampung Bobo masuk babak dua.

Warga diberikan kesempatan membenahi perlengkapan rumah untuk pindah.

Bagi mereka yang memuilih bertahan tidak akan dapat ganti rugi, dan pemberian lahan secara cuma-cuma.

Apes memang nasib warga Kampung Bobo yang masih memilih bertahan di lokasi tanah bermasalah.

Setelah digusur, kini rumah warga yang masih bertahan 'rata tanah'.

Warga pun di berikan kesempatan Oleh pemilik Tanah Hanny Walla.

Dalam pernyataannya Rabu (05/08), warga sudah lama diberikan kesempatan namun tidak pernah mengindahkan bahkan melakukan perlawanan.

"Sebenarnya saya sudah menghimbau warga untuk segera berpindah ke lahan yang saya sediakan di Pangiang. Namun mereka tidak mendengar dan terus bertahan,"ujarnya.

Menurut dia ada proses ganti rugi namun sebagian besar tidak mau. Pada proses ganti rugi bagi mereka yang sudah tinggal di bawah tahun 2000.

"Mereka saya berikan lahan 6 x 10 dan uang tambahan sebesar 2 juta. Pemilik juga di berikan bukti kepemilikan tanah, dan sertifikat tinggal mereka urus lagi,"ujarnya.

Menurut Ida, seorang warga yang mengungsi, ia mulai membenahi barang - barang miliknya agar tidak di hancurkan.

"Torang so dapa kesempatan mo ba pindah,"ujarnya.

Sementara itu proses penggusuran tahap dua ini terus berlangsung sampai pukul 17.00, Kamis (6/8/2015).

Meski sudah tergusur namun ada juga yang masih bertahan di tengah puing - puing rumahnya.

Adinda misalnya. Seakan tidak percaya bahwa rumahnya sudah rata dengan tanah.

Bahkan sesekali berucap kata menyesal. "Kita nda percaya secepat ini torang mo dapa gusur,"ujarnya.

Namun tidak banyak hal yang bisa ia lakukan selain mengumpulkan sisa kayu bangunan rumah bersama suaminya.

Suaminya terlihat begitu tegar meski tidak tahu akan tinggal dimana lagi. (Tribun Manado/Felix Tendeken)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved