Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Program Swasembada Beras Terancam Gagal

Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) menargetkan swasembada beras.

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) menargetkan swasembada beras. Namun hal tersebut bakal tidak terealisasi lantaran saat ini petani sudah tak mendapat pasokan pupuk.

Wilayah yang kekurangan pupuk yakni Minsel bagian atas. Sudah sebulan ini ribuan petani tidak mendapatkan pasokan pupuk jenis Urea dan NPK Ponska.

Ferdi Rambing petani padi sawah di Desa Sion, Kecamatan Tompasobaru mengutarakan pupuk seperti napas hidup bagi petani. "Kalau terjadi begini petani bisa merugi dan Program swasembada beras pemerintah bakal tak terealisasi," katanya kepada wartawan, Kamis (6/8).

Dirinya berharap agar instansi terkait bisa menyelesaikan hal ini. "Karena jika sebulan lagi tidak ada penyelesaian kami bisa gagal panen," ujarnya lagi.

Renly Liow pengawas pupuk Kecamatan Tompasobaru membenarkan bahwa di daerah ini kekurangan pupuk. Bahkan menurutnya kelangkaan bukan terjadi saja di Kecamatan Tompasobaru tapi sampai ke Kecamatan sekitarnya seperti Maesaan, Motoling dan Modoinding.

"Pupuk yang sulit didapat petani yakni jenis Urea dan NPK Ponska. Pupuk ini dipakai untuk lahan padi milik Pemerintah," terangnya.

"Hal ini sudah kami sampaikan ke dinas terkait. Kami berharap agar pupuk cepat tersedia agar Program swasembada beras Pemkab Minsel terealisasi baik di tahun ini," kata Liow yang juga merupakan Sekretaris Pria Kaum Bapa Rayon Dua Minsel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved