Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hamsah Cemas tak Bisa Panen

Produksi beras di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pada tahun diperkirakan akan mengalami penurunan.

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO -  Produksi beras di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pada tahun diperkirakan akan mengalami penurunan. Hal tersebut bisa terjadi jika musim kemarau akan terus berkepanjangan hingga beberapa bulan kedepan.

Sejumlah area persawahan mulai mengalami kekeringan akibat tak adanya air. Irigasi yang menjadi sumber pengairan tak mampu mengairi persawahan lantaran debit air yang terus berkurang. Hal itu dikuatirkan akan berdampak pada produktifitas beras alias gagal panen.

"Apa boleh buat, karena kondisi alam sudah seperti ini. Kalau memang kemarau ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan, tentu akan berdampak pada hasil panen," ujar Hamsah, petani yang berdomisili di Kecamatan Sangkub.

Kepala Bidang Pertanian Dispertanakbunhut Syarifudin Pontoh mengakui, kekeringan kali ini bukan hanya faktor kemarau yang berkepanjangan saja. Selain faktor tersebut, kekeringan di area persawahan dikarenakan adanya rehabilitasi irigasi.

"Kami minta kepada petani untuk dapat menghemat air. Kemudian memanfaatkan pompanisasi baik swadaya maupun yang diberikan pemerintah melalui APBN dan APBD," terangnya.

Ditambahkannya, pihaknya sudah melakukan permintaan bantuan pompa air ke pemerintah pusat melalui kementerian pertanian. "Kalau itu terealisasi, tentu bisa membantu petani, terutama saat musim kemarau seperti ini," tuturnya.
Siapkan Bak

Bukan hanya wilayah pertanian, warga juga mulai mengeluhkan kekeringan yang menimpa mereka. Beberapa wilayah di Bolmut sudah mengalami kekeringan. Warga terpaksa menghemat penggunaan air. Belum lagi, warga harus antrean untuk menimbah air.

"Memang kalau musim kemarau airnya berkurang. Untung saja saat ini masih bisa terpenuhi," ujar Sinta, warga di Kecamatan Pinogaluman.

Pemkab Bolmut segera membangun bak untuk menampung air bersih dan juga tempat mandi, cuci, kakus (MCK). Pemuatan bak tersebut untuk antisipasi kekeringan.

Bupati Depri Pontoh meminta masyarakat untuk segera melaporkan kondisinya bila sudah mengalami kekurangan air bersih. "Kalau terjadi krisis air bersih, secepatnya sampaikan ke pemerintah, supaya langsung diantisipasi," kata Depri, Senin (3/8).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved