Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pesiar Ketupat, Tiga Warga Ketang Baru Mendapat Luka Tikaman

Tiba-tiba dalam perjalanan, ia melihat tersangka yang diketahui berinisial BM yang berlari dengan cepat dari arah belakang, langsung menikam.

Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Berkunjung ke rumah kerabat di Wonasa Kapleng Lingkungan II Kelurahan Singkil II Kecamatan Singkil, dalam rangka hari raya halal bi halal dan ketupat, Sabtu (1/8), tiga warga Kelurahan Ketang Baru Kecamatan Singkil, antara lain Rivaldi Hasan (27), Taufik Tahir (27), dan Rizki Lapasau (21), mendapatkan luka tikaman.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Menurut keterangan Rivaldi di hadapan polisi, beberapa jam sebelum kejadian, mereka bertiga datang di rumah keluarga Monoarfa Kidam yang merupakan lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Seperti pada umumnya, mereka menikmati suasana hari raya, hingga sekitar pukul 21.00 Wita, Rivaldi bersama Taufik dan Rizki berpamitan untuk pulang.

Tiba-tiba dalam perjalanan, ia melihat tersangka yang diketahui berinisial BM alias Ayen (20), yang berlari dengan cepat dari arah belakang, langsung menikam temannya, Rizki, menggunakan sebilah pisau, Rizki pun terjatuh sembari menahan sakit.

Sebilah pisau yang masih dilengannya, Ayen langsung mencai target lain, yakni Taufik, hanya berseang beberapa detik, tersangka langsung menusuk Taufik di bagian kanan belakang dan lengan kanan belakang.

Tidak sampai di situ, Ayen juga langsung menyerang Rivaldi menggunakan pisau yang sama, namun berhasil ditangkis Rivaldi yang menggunakan tangan kosong, sehingga menyebabkan luka sobek di telapak tangannya. Ayen pun langsung meninggalkan TKP.

Bersamaan kejadian itu, suasana langsung gaduh di lingkungan tersebut. Mendapatkan laporan masyarakat terkait peristiwa itu, Team Paniki Polresta Manado langsung menuju TKP dan berhasil mengetahui identitas tersangka.

Team Paniki mengembangkan kasus itu dan berhasil menemukan Ayen di. Lingkungan II Kelurahan Karame Kecamatan Singkil, kemudian digiring ke Mako Polresta Manado bersama barang bukti sebilah pisau besi putih.

Setelah tiba di Mako Polresta Manado, Ayen mengaku, ketiga korban merupakan musuhnya. "Torang deng dorang bakumusuh (Kami dan mereka saling bermusuhan)," ungkap Ayen.

Dari keterangan Ayen, ia bersama teman-temannya yang sebagian berasal dari Wonasa Kapleng yang merupakan lokasi TKP, diundang ke tempat itu, namun sebelumnya mereka sudah dalam keadaan mabuk, sementara Ayen membawa sebilah pisau.

Setiba di TKP, ia terkejut ketika melihat sosok Rivaldi, Taufik, dan Rizki. "Kita tako dorang bage, jadi kta bage lebedulu noh pa dorang (Saya takut dipukul, jadi saya yang pukul duluan)," tambah dia.

Beruntung dari kejadian ini, tak ada korban jiwa. Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi melalui Kasubag Humas Polresta Manado AKP Bartholomeus Dambe mengatakan, situasi sudah aman terkendali. "Pelaku sudah diamankan di Mako Polresta Manado," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved