Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelaku Pemerkosaan Bocah Sario Belum Terungkap

Hingga kini, siapa pelaku pemerkosaan terhadap bocah Sario, Y (7), 12 Maret 2015 silam belum terungkap.

Penulis: Finneke | Editor:
NET
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hingga kini, siapa pelaku pemerkosaan terhadap bocah Sario, Y (7), 12 Maret 2015 silam belum terungkap. Kepolisian Daerah Polda Sulut pun hingga saat ini masih terus berupaya semaksimal mungkin mengungkap kasus yang menggemparkan ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulut, Komisaris Besar Polisi Pitra Ratulangi mengatakan pihaknya masih terus mengupayakan agar kasus ini tuntas. "Kita tetap upayakan kasus ini tuntas. Kasus apapun baik lama maupun baru pasti kita selesaikan," ujarnya akhir pekan lalu.

Dikatakannya, meski kasus itu terjadi sebelum ia menjabat sebagai Direskrimum Polda Sulut, ia berjanji akan terus berupaya menyelesaikan kasus ini. "Iya saya akan liat berkas-berkas lama tentang kasus ini. Dikaji lagi, biar pengungkapan dilakukan secara maksimal," pungkasnya.

Kasus juga terjadi sebelum Kapolda Brigjen Pol Wilmar Marpaung menjabat. Dalam awal masa jabatannya, Kapolda berjanji akan menuntaskan kasus ini dengan memberi atensi khusus untuk mencari pelaku yang identitasnya tak diketahui.

Direskrimum sebelumnya, Kombes Pol Krisno Siregar mengatakan semua potensi yang ada di Polda Sulut dikerahkan untuk kasus ini. Selama ia menjabat, tiap hari ia terus memonitor perkembangan kasus ini. Meski hingga kini belum ada perkembangan berarti dari upaya tersebut.

Sebelumnya penyelidikan kepolisian menyebut pelaku diduga orang dekat korban. "Diduga orang dekat. Karena keterangan yang kami gali dari korban, saat pelaku menurunkan, pelaku mengatakan, "turun saja di sini, nanti opa jemput." Pernyataan pelaku itu mengindikasi kalau dia tahu tentang keberadaan keluarga korban. Yang memang hanya tinggal dengan opa dan omanya," ujar Kanit PPA Kompol Elisabeth.

Dari informasi yang diberikan keluarga, sudah ada dua orang yang dicurigai. Namun saat foto orang tersebut ditunjukkan pada korban dan dua saksi lainnya, mereka menyatakan bukan.

"Dua orang dicurigai, tapi ternyata bukan. Kami masih terus mencari pelaku. Penyelidikan pada orang-orang terdekat pun kami lakukan. Doakan saja, semoga pelaku segera tertangkap. Yang pasti kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini," pungkas Kompol Elisabeth.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Rabu (12/3), sekitar pukul 18.00 Wita, Y diculik oleh pria tak dikenal saat bermain di kompleks rumahnya yang berlokasi di Lingkungan I, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario.

Satu jam setelah hilang, Y ditemukan warga di pinggir jalan, di Kawasan Sario, dengan kebingungan, badan penuh luka lecet, baju compang - camping dan penuh bercak darah. Hasil visum menyebut Y telah mendapat kekerasan di kemaluannya. Akibat perbuatan pelaku, Y mengalami pendarahan hebat, dan kemaluannya harus mendapat enam jahitan.

Dari keterangan yang digali ke Y, ia dibawa ke kawasan Kampus Unsrat. Kejadian itu pun dilakukan pelaku di bawah pohon, yang diduga penuh rumput liar. Saat ditanya, Y pun mengaku pelaku membujuknya dengan uang Rp 10 ribu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved