Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Sulut

SHS Berharap Pengganti Lebih Hebat

Pasangan Dr SH Sarundajang dan Djouhari Kansil akan mengakhiri kepemimpinan pada 20 September 2015 mendatang.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Akhir tahun 2015 dipastikan Sulawesi Utara (Sulut) akan dipimpin pejabat karier berstatus Pegawai Negeri.

Hal ini disebabkan pasangan Dr SH Sarundajang dan Djouhari Kansil akan mengakhiri kepemimpinan pada 20 September 2015 mendatang.

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Dr Jemmy Kumendong Msi mengatakan, sesuai data yang ada kepemimpinan SHS-Kansil akan berakhir tak kurang dari dua bulan sejak saat ini.

Beberapa daerah lainnya yang pemimpinnya akan mengakhiri jabatannya tahun ini antara lain, Bupati Bolsel, Herson Mayulu dan Wakil Bupati Bolsel, Syamsul Bahri Badu mengakhiri jabatan 16 Desember 2015, Bupati Boltim, Sehan Landjar dan Wakil Bupati Boltim, Meydi Lensun akan berakhir 4 Oktober 2015, Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Wakil Bupati Minsel, Sonny Frans Tandayu akan berakhir 14 Desember 2015, Bupati Sompie Singal dan Wakil Bupati Minut, Yulisa Baramuli akan mengakhiri kepemimpinan 10 Desember 2015.

Sedangkan Kota Manado kepemimpinan dibawa pemerintahan Dr GS Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan akan berakhir 8 Desember 2015, Wali Kota Tomohon, Jimmy Eman akan mengahiri jabatannya 7 Januari 2016.

Kemudian Wali Kota Bitung, Hanny Sondakh dan Maximilian J Lomban akan mengakhiri jabatannya pada 21 Februari 2016.

Berdasarkan data ini maka, Pemprov Sulut dan enam daerah dipastikan akan dipimpin Penjabat Kepala Daerah sebelum ada pemimpin baru yang dihasilkan Pilkada serentak.

Kemungkinan hanya Kota Bitung yang tidak akan ada Penjabat Kepala Daerah hingga dilantiknya pemimpin hasil Pilkada serentak.

Melihat kondisi ini khusus Penjabat Gubernur Sulut beberapa nama yang memegang jabatan eselon I di lingkungan Kementerian dan Lembaga yang berpeluang menggantikan SHS antara lain, Robby Mamahit (Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI), Ronny Sompie (Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI), Meike S Sangian (Inspektur Utama BKKBN RI), Prof Ellen Kumaat (Rektor Unsrat Manado) dan Prof Philoteus Tuerah (Rektor Unima).

Sedangkan di kabupaten/kota yang Bupati dan Wali Kotanya segera mengakhiri jabatannya dipastikan diisi oleh pejabat eselon II.

Kabupaten Bolsel misalnya berpeluang dipercayakan kepada Kepala badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Rudi Mokoginta dan Kepala Biro Umum, Jemmy Ringkuangan.

Sedangkan Penjabat Bupati Minsel berpeluang dijabat Roy Tumiwa dan Happy Korah. Untuk Kota Tomohon berpeluang dipercayakan kepada Kepala BKPMD Linda Watania, Kepala Dinas Kesehatan Grace Punuh dan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Gladi Kawatu. Khusus Kota Manado berpeluang dijabat Kepala Bappeda Sulut, Roy Octavianus Roring, Assisten Dua Sanny Parengkuan, kepala BLH Edwin Silangen.

Untuk Kota Tomohon berpeluang jadi Penjabat Wali Kota antara lain, Kepala BKPMD Linda Watania, kepala Dinas kesehatan Grace Punuh dan kepala Biro Hukum Setda Provinsi Gladi Kawatu.

Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang mengatakan, dia meyakini Tuhan sudah menyediakan pemimpin yang akan menggantikannya.''Saya berkeyakinan Tuhan sudah menyediakan siapa figur yang akan menggantikan saya nanti, '' ujarnya.

SHS sapaan akrabnya mengatakan, selama 10 tahun memimpin Sulut banyak sudah keberhasilan yang telah dicapai bersama. Meski begitu, dia menyadari masih banyak hal yang harus diperbuat untuk kemajuan Sulut kedepan.

Dia pun berharap pengganti dirinya adalah orang yang lebih hebat darinya.Karena dia menyadari tantangan Sulut ke depan semakin kompleks.

''Mari kita terus menjaga keamanan dan kondusivitas Sulut, sehingga investasi akan semakin baik di daerah ini, '' ujarnya. (Tribun Manado/Susanto Amisan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved