ASN Boltim Takut TKD Tak Dibayarkan
Kehadiran Aparat Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mencapai 90 persen.
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -Kehadiran Aparat Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mencapai 90 persen dalam apel perdana usai libur idul fitri, pada Rabu (22/7)
Apel perdana yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Muhammad Assagaf ini dihadiri hampir seribuan PNS.
Dalam sambutannya, Assagaf mengingatkan ASN untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinannya dalam bekerja.
Katanya, momentum usai menjalani bulan suci ramadan dan perayaan idul fitri harus menjadi momentum instrokpeksi diri dan menjadi lebih baik di bulan-bulan kedepan. "Kehadiran apel tadi mencapai 90 persen," ucap kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Boltim, Darwis Lasabuda kemarin.
Darwis mengungkapkan ASN yang tak hadir apel perdana akan diberikan saksi sesuai aturan yang berlaku. "Bagi yang sakit harus ada surat keterangan dokter, kalau tidak jelas maka sesuai perintah Sekda tak dibayarkan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) selama sebulan penuh," tegasnnya.
Katanya sanksi tersebut akan diberlakukan secara tegas untuk memberikan efak jerah. "Absensinya ada pada kami, kepala satuan kerja atau siapapun tak bisa main-main," kata dia.
Dia menegaskan usai libur lebaran ini maka aktifitas perkantoran akan normal kembali. Dia meminta tak ada yang meninggalkan tugasnya di kantor. "Jam kerja kembali lagi seperti normal. Masuk pukul 7.45 Wita, pulang pukul 4 sore," ungkapnya.
Pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak untuk mengontrol kehadirian dan kedisiplinan semua satuan kerja hingga ASN di Sekolah dan kantor camat. "Akan ada sidak, tetap kami berharap peran pimpinan satuan kerja untuk mengontrol stafnya," tegasnya.
Sementara itu, pemda diminta tegas terhadap ASN yang tidak disiplin yakni tak hadir saat apel perdana kemarin. "Kami berharap sanksi tak dibayarkan TKD diberlakukan. Kami yang masih suasana lebaran tetap datang tapi mereka enakkan tambah libur. Jangan sanksi itu hanya jadi ancaman seperti tahun sebelumnya, tapi tak direalisasikan," ujar seorang ASN Boltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/apel-perdana-pns-bolmong_20150722_183939.jpg)