Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bolsel Harus Siap Hadapi MEA

KONDISI perekonomian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tiga tahun terakhir makin membaik.

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - KONDISI perekonomian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tiga tahun terakhir makin membaik. Kontribusi sektor jasa juga meningkat.

Itu dikatakan Bupati Bolsel Herson Mayulu saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bolsel ke-7, Rabu (22/7) di gedung DPRD Bolsel yang dipimpin ketua DPRD Bolsel, Marsel Aliu. Peningkatan itu dilihat dari berbagai indikator.

"Pada tahun 2010, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 465,67 Miliar meningkat menjadi 686,77 miliar pada tahun 2013. PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tahun 2010 Rp 269,27 Miliar meningkat menjadi Rp 339,60 miliar pada tahun 2013," katanya.

Secara umum, kata Mayulu, pertanian menjadi leading sector PDRB 2010-2013. Sementara untuk sektor jasa,konstribusi untuk total PDRB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

"Ini mengindikasikan bahwa telah terjadi pergeseran struktur ekonomi dari struktur ekonomi pedesaan yang bercirikan pertanian menjadi struktur ekonomi khas daerah perkotaan yaitu sektor jasa. Pada aspek pertumbuhan ekonomi, ada kenaikan dari tahun 2010 sebesar 6,81 persen menjadi 8,29 persen pada tahun 2013," katanya.

Sementara Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya yang dibacakan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulut, Rudi Mokoginta, menilai ada perkembangan pembangunan yang cepat di Bolsel. Menurutnya ada dinamika yang terjadi tetapi dapat diatasi. "Ini menjadi kebanggan bagi kita. Apalagi jika Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam bisa dioptimalkan," katanya.

Ia meminta ulang tahun tidak menjadi eforia yang berlebihan. Masyarakat katanya harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Jadikan ini wahana evaluasi, instropeksi, menilai berbagai kekurangan kebijakan, program pembangunan. Semua program harus disinergikan dengan komitmen nasional pembangunan yang berlandaskan pada nawa cita," katanya.

Sarundajang meminta, pemerintah harus bekerja bagi rakyat. Apalagi untuk mencapai MDG's. "Untuk Bolsel Dana Desa sudah cair pada 79 dari 81 desa. Saya menginformasikan adanya pendampingan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang akan melaksanakan program yang belum selesai dan mendampingi sangadi dalam program desanya," ujarnya.

Tags
Bolsel
MEA
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved