Tak Ada Pemanjat Kelapa, Petani Kelapa 'Galau'
Berkurangnya pemanjat pohon Kelapa berpengaruh pada produksi Kelapa di Kabupaten Minahasa Utara.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Berkurangnya pemanjat pohon Kelapa berpengaruh pada produksi kelapa di Kabupaten Minahasa Utara.
Sejumlah Petani Kelapa di Desa Kaleosan mengaku kesulitan mengolah Kelapa karena minimnya tenaga pemanjat Kelapa.
Berti Untu Petani asal Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat mengatakan, banyak buah kelapa gagal petik pada panen beberapa bulan lalu gara gara tak ada pemetik kelapa.
Untuk panen kali ini, ia sampai harus menyewa pemetik kelapa dari desa seberang.
"Harga sewanya lebih mahal, tapi mau bagaimana lagi," kata dia.
Rolly petani lainnya menyebut hanya satu pemetik kelapa di desanya.
Orang itu pun sudah tua serta belakangan sering sakit.
Menurut Rolly, anak muda di sana tak mau lagi menekuni profesi panjat Kelapa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kebun-kelapa-ilustrasi_20150420_201453.jpg)