Meski Dinilai Berbahaya, Petasan Jenis Ini jadi Idola Anak-anak Bolmut
DAYA tarik keindahan tarian warna-warni api di angkasa seolah tak bisa lepas dari tradisi perayaan Idul Fitri.
Penulis: | Editor:
DAYA tarik keindahan tarian warna-warni api di angkasa seolah tak bisa lepas dari tradisi perayaan Idul Fitri.
Hampir tiap malam terlihat kembang api yang pecah di angkasa dan bunyi petasan makin menjadi suara yang tak asing di telinga.
Tak mau ketinggalan, anak-anak di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) memegang petasan yang akrab disebut dum-dum.
Petasan ini dibuat dari bekas botol air mineral dan direkatkan menggunakan selotip-lakban.
Membunyikan dum-dum harus menggunakan spiritus dan dikocok-kocok.
Julio, Bocah 10 tahun ini mengaku petasan itu dibuatkan pamannya.
"Om saya yang bikin, soalnya kalau beli petasan mercon mahal, jadi kalau pakai ini hanya beli spritus tinggal disemprotkan dan dikocok, bunyi yang keluar melebihi dari petasan mahal yang dijual," jelas bocah ini.
Awalnya dia takut memakainya, tapi setelah dipelajari berulang-ulang akhirnya rasa takut hilang.
"Pertama-tama takut, tapi setelah itu saya sudah tidak takut dan memainkannya juga mudah," katanya sembari menunjukkan cara membunyikan petasan dum-dum.
Namun melihat beberapa pengalaman lebaran tahun lalu di Manado ada peristiwa kecelakaan saat membunyikan petasan jenis ini.
Ada yang mengalami luka bakar atau ledakan kecil lantaran terjadi kesalahan saat membunyikan atau alat dum-dum yang dimainkan ditengarai rusak.
Kemungkinan ledakan yang mengakibatkan luka bakar pada orang yang memainkan terjadi lantaran terlalu banyak spritus yang dimasukkan pada botol sehingga letupan besar mengoyak alat yang hanya dari bekas botol mineral dan menyebabkan luka bakar.
Melihat hal ini ada juga orangtua yang menolak dan melarang anaknya mainan petasan jenis ini.
Risma satu di antaranya. Ibu rumah tangga ini melarang anaknya menggunakan petasan dum-dum.
"Berbahaya kalau bermain petasan, apalagi dipegang seperti itu, sempat anak saya menyuruh belikan seperti itu (petasan dum-dum) tapi saya tidak belikan," kata ibu berusia 35 tahun ini. (tribunmanado/ferdinand ranti)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/petasan-dum-dum-bolmut-anak-anak_20150718_120149.jpg)