Idul Fitri di Sulut
Idul Fitri Jadi Momen Intropeksi Diri Napi Rutan Malendeng
Akrab. itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana usai Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Malendeng.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Akrab. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana usai Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Malendeng.
Napi yang non muslim tanpa ragu menjabat tangan sesama penghuni Rutan yang merayakan hari raya Idul Fitri.
Baik laki-laki maupun perempuan terlihat berbaur saling menyapa dalam kegembiraan serta senyum yang hangat.
Usai berjabat tangan, mereka bahkan berpose untuk diabadikan bersama.
"Tolong Foto akang pa torang kong se maso di koran neh (tolong foto kami semua dan terbitkan di koran)," ujar salah seorang warga binaan kepada Tribun Manado.
Beberapa tahanan juga menjabat tangan Kepala Rutan, Zaenal Fikri bersama pegawai lainnya.
Dia menyampaikan lebaran adalah momentum untuk mengintropeksi diri.
"Mudah-mudahan hari ini menjadi hari yang bermakna. Saat yang tepat untuk mengintropeksi diri. Apalagi para warga binaan jauh dari keluarga," tutupnya mengakhiri pembicaraan. (Tribun Manado/Fionalois Watania)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/napi-rutan-malendeng111_20150717_155119.jpg)