Angki Mengaku Buat Sendiri Cap Tikus

Tim Tarsius dibawah kepemimpinan Aiptu Arnold Moningka berhasil mengamankan 315 liter miras jenis cap tikus.

TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Tim Tarsius Polres Bitung amankan cap tikus. 

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -  Lagi, kinerja tim Tarsius Polres Bitung patut diancungi jempol. Kali ini tim Tarsius binaan Kapolres Bitung AKBP Reindolf Unmehopa dan Kasat Reskrim AKP Rivo Malonda berhasil menggagalkan peredaran gelap minuman keras (miras) jenis Cap Tikus (CT).

"Tim Tarsius dibawah kepemimpinan Aiptu Arnold Moningka berhasil mengamankan 315 liter miras jenis cap tikus," tutur AKBP Reindolf Unmehopa Kapolres Bitung didampingi AKP Rivo Malonda kasat reskrim, Rabu (15/7).

Ia menambahkan penangkapan terhadap miras jenis CT dilakukan tim Tarsius setelah menerima laporan masyarakat pada pukul 18.30 wita di belakang toko Setia Budi Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa.

"Barang bukti itu diangkut menggunakan mobil pick up milik tersangka AT alias Angki (32) warga Desa Silaan Tombatu Mitra," tukasnya.

Adapun rincian hasil tangkapan tim tarsius terdiri dari delapan jeriken, satu dos berisi 18 botol Aqua botol sedang, dua karung berisi satu karung dua kantung plastik isi miras CT total 50 liter.

"25 liter cap tikus diantaranya bisa bakar menyala, ini dipastikan setelah personil tim Tarsius melakukan tes membakar tetesan cap tikus itu," tandas kapolres.

AT alias Angki (32) warga Desa Silaan Tombatu Mitra tersangka pemilik CT saat diwawancara di ruang penyidik Polres Bitung mengaku barang itu merupakan pesanan dari warga kompleks sari kelapa bernama Heli setelah sebelum sudah dipesan kepada tersangka. "Saat saya bawa ternyata si pemesan tidak datang mengambil barangnya," kata Angki.

Dijelaskannya CT yang diamankan saat diangkut diatas Pick Up Suzuki Carry DB 8980 AJ warna Hitam, diproduksi sendiri olehnya karena Angki merupakan satu di antara petani cap tikus di Kabupaten Minahasa Tenggara.

"Baru pertama kali membawa ke Bitung, sebelumnya pernah bawa ke Manado disertai dengan izin penampung," kata dia.

Ia menambahkan untuk memproduksi 300 lebih CT memerlukan waktu dua minggu dikerjakan oleh tangannya sendiri , hasilnya kalau jual di pabrik beli per botol rp 4.000 ribu biaya produksi per 1 botol rp 4.500. "Selain dijual ke pabrik jual bebas per 1 botol air mineral kecil rp 6.000," tukasnya

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved