Bunda, Jangan Sembarang Menyimpan ASI. Baca Ini Biar tak Salah

Sebagian besar ibu ingin memberikan ASI kepada bayinya secara langsung.

Bunda, Jangan Sembarang Menyimpan ASI. Baca Ini Biar tak Salah
NET
Ilustrasi 

ASI tidak harus dihangatkan. Beberapa ibu memberikannya dalam keadaan dingin. Untuk ASI beku: pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin.

Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI

Untuk ASI yang disimpan dalam lemari es, hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit.

Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung. ASI juga tak boleh diletakkan di dalam microwave.

Microwave tidak dapat memanaskan ASI secara merata dan justru dapat merusak komponen ASI dan membentuk bagian panas yang melukai bayi.

Botol juga dapat pecah bila dimasukkan ke dalam microwave dalam waktu lama. Goyangkan botol ASI dan teteskan pada pergelangan tangan terlebih dahulu untuk mengecek apakah suhu sudah hangat.

Berikan ASI yang dihangatkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.

Perlu diketahui bahwa ASI yang telah dihangatkan kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi.

Apabila ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI hingga muncul gelembung pada bagian tepi (jangan mendidih) lalu segera didinginkan dan dibekukan.

Hal ini dapat menghentikan aktivitas lipase pada ASI. Dalam kondisi inipun kualitas ASI masih lebih baik dibandingkan dengan susu formula.(idai.or.id)

Tags
ASI
Penulis: Rine Araro
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved