55 Mahasiswa UGM KKN di Miangas dan Marampit, Ini Programnya
Mahasiswa KKN UGM kali ini dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok Marampit 28 orang dan kelompok Miangas 27 orang.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Ketertinggalan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di pulau pulau terluar negeri ini, ikut mengundang perhatian dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Beberapa tahun terakhir selalu mengirim mahasiswanya untuk melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pulau pulau terluar, termasuk di Pulau Miangas dan Pulau Marampit, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sedikitnya ada 55 mahasiswa dari berbagai fakultas di universitas terkemuka ini ikut ambil bagian program pemberdayaan masyarakat di pulau yang berbatasan dengan negara tetangga Filiphina dan Samudra Pasifik. Demikian diungkapkan Arif, mahasiswa Jurusan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM yang diwawancarai di Kota Melonguane, sebelum berangkat ke Pulau Marampit, Sabtu (4/7/2015)
Menurut aktivis GMNI Cabang Yogyakarta ini rombongan mahasiswa KKN UGM kali ini dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok Marampit 28 orang dan kelompok Miangas 27 orang. “Untuk programnya sama, yakni pemberdayaan masyarakat. Nantinya ada pelatihan pengelolaan ikan untuk dijadikan nugget, kerupuk dan bakso. Juga ada pelatihan pengelolaan batok kelapa menjadi briket dan pembuatan VCO,” ungkapnya.
Ditambahkan oleh Ayu, mahasiswa Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran, bahwa selain pelatihan industri rumahan, mereka juga akan melakukan kegiatan pendidikan kepada masyarakat, kemudian pemeriksaan kesehatan serta pelatihan PMR bagi siswa di sekolah sekolah yang ada di dua pulau terluar itu. “KKN kali ini tidak saja di Miangas dan Marampit, tapi juga di wilayah terluar lainnya, seperti Merauke, Pulau Rote, Sabang dan lain lain,” ujarnya.
Ditanya alasan mereka memilih Pulau Miangas dan Pulau Marampit, Sekar mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran dan Anggi, mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Teknik mengatakan hal itu atas pembagian yang dilakukan oleh pihak kampus. “Untuk pembagiannya dilakukan oleh pihak kampus dan kami dapat di sini dan ternyata alamnya masih indah dan eksotis,” ujar keduanya sebelum beranjak ke KM Sabuk Nusantara, kapal motor yang mereka tumpangi ke Miangas dan Marampit.
Puluhan mahasiswa UGM ini tak datang dengan tangan kosong, selain membawa pakaian, mereka tampaknya juga ikut membawa logistik yang cukup banyak. Dengan penuh semangat, para mahasiswa itu, baik laki laki maupun perempuan tampak bergotong royong mengangkut barang barang mereka yang menumpuk di atas dermaga ke dalam kapal, tanpa menggunakan buruh bagasi di pelabuhan itu.
Keberangkatan mahasiswa KKN UGM Yogyakarta ini dari pelabuhan Melonguane dilepas oleh Assisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Yohanis Kamagi mewakili Bupati Sri Wahyumi Manalip. Selanjutnya para mahasiswa diserahkan ke Camat Miangas, Steven Maarisit untuk mendampingi dalam pelayaran ke Marampit dan Miangas.
Maarisit saat diwawancarai menyambut baik program UGM Yokyakarta tersebut, karena lewat kegiatan tersebut pihaknya optimis banyak nilai tambah yang akan diperoleh masyarakat dalam mengembangkan perekonomiannya. “Jika masyarakat bisa diberdayakan dengan berbagai kegiatan yang telah direncanakan, tentu pemerintah ikut terbantu dalam upaya mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat,” ujarnya. (tribunmanado/susanto amisan)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.