'Kumpul Kebo' Dipicu Tinggal di Satu Kosan?

Perilaku melenceng dan diluar batas kewajaran dalam bermasyarkat mulai menjamur di beberapa Kecamatan di Manado seperti Kecamatan Sario.

'Kumpul Kebo' Dipicu Tinggal di Satu Kosan?
net
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Maraknya kasus kumpul kebo menjadi perhatian tersendiri oleh Camat Sario Tresje Mokalu.

Operasi prokamling pun gencar dilaksanakan untuk mengurangi kegiatan seperti ini.

Kumpul kebo terjadi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pernikahan yang sah, dan pengaruh satu kos-kosan.

Operasi ini pun sering menjaring warga bukan asli Sario yang menetap tanpa kartu identitas, Rabu (02/07).

Perilaku melenceng dan diluar batas kewajaran dalam bermasyarkat mulai menjamur di beberapa Kecamatan di Manado seperti Kecamatan Sario.

Dalam berbagai oprasi rutin pihak kelurahan,kecamatan,dan kepolisian banyak menjaring kegiatan kumpul kebo.

Kegiatan seperti ini pun menjadi keledulian kusus dari Tresye Mokalu. Menurut dia di Sario sudahratusan orang melakukan kegiatan ini.

"Disini bukan hanya satu tapi ratusan bahkan kami sendiri pusing dengan situasi seperti ini,"pungkasnya.

Menurut dia banyak sekali alasan para pelaku ini bahkan ada yang mengatakan sudah tunangan dan di bebaskan orang tua untuk ngekost bersama.

Selain itu ada juga kedapatan anak kost laki-laki yang menginap di kost perempuan tanpa identitas yang jelas.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved