Wow! Ditemukan Burung Langka dalam Buah Semangka
Pelaku mengambil isi semangka, tinggal menyisakan kulit yang masih berbentuk bulat, lalu burung dimasukkan ke dalamnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, SEMARANG – Berbagai upaya dilakukan para penyelundup hewan agar bisa lolos dari pemeriksaan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang.
Kepala Balai Karantina Semarang, Heru Wahyupraja mengakui pihaknya menemukan banyak kasus penyelundupan hewan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Modusnya pun bermacam-macam, mulai dari menyembunyikan di kardus, dikantongi, dimasukkan botol, hingga tega memasukkan burung dalam semangka,” katanya.
Pelaku mengambil isi semangka, tinggal menyisakan kulit yang masih berbentuk bulat, lalu burung dimasukkan ke dalamnya.
Si pelaku membuat lubang kecil agar hewan masih bisa bernapas.
erakhir, pada bulan Maret lalu, Balai Karantina Pertanian kelas 1 Semarang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas menangkap pelaku penyelundupan burung.
Heru Wahyupraja mengatakan ratusan burung itu diselundupkan oleh anak buah kapal (ABK) Dharma Kencana 2 jurusan Kumai (Kalimantan Tengah)-Pelabuhan Tanjung Emas.
Jumlah burung yang diselundupkan mencapai 119 ekor.
Rinciannya, 117 burung murai batu dan dua cucak hijau. Jika satu burung bernilai Rp 500 ribu, maka nilai totalnya Rp 59,5 juta. Ketika petugas dari kapal melakukan razia, ternyata di salah satu kamar ABK ditemukan ratusan burung.
“Ratusan burung tersebut disembunyikan dalam beberapa wadah plastik yang biasa untuk buah. Ada beberapa ekor yang dimasukkan tas kain,” katanya.
Seharusnya satwa apapun yang naik kapal harus memiliki sertifikat dari karantina asal. Sebelum ada sertifikat juga harus ada surat keterangan sehat.
“Kalau lebih dari tiga ekor harus ada surat keterangan angkut,” tuturnya.
Dalam balai karantina, terdapat tempat khusus untuk menampung burung sitaan.
Biasanya, ada burung yang stres ketika di perjalanan. Bahkan, saat ditemukan tidak semua burung dalam kondisi sehat.
“Ada juga yang mati lemas,” cetusnya.
Untuk perawatan pihaknya hanya melakukan perawatan seperti biasa, seperti memberi makan sesuai jenis burung.
Tidak ada perlakuan khusus dalam perawatan. Ia hanya membatasi jumlah burung dalam satu kandang agar tidak sebanyak saat diselundupkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/burung-langka22_20150628_080645.jpg)