Sehari Untung Rp 600 Ribu, Mahasiswa Ekonomi Unsrat Keren!
Mereka membuka Stand kuliner yang diberi nama Stronger dalam acara Bazaar Ramadan Lion Hotel.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Belajar mandiri dan mencoba menangkap setiap peluang adalah hal yang diungkapkan oleh mahasiswa anggota Biro Kerohanian Kristen (BKK) Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Mereka membuka Stand kuliner yang diberi nama Stronger dalam acara Bazaar Ramadan Lion Hotel.
Mereka adalah Cindry Tumiwa, Ritno Rondonuwu, Meylani Lengkong, dan Alvan Lamia. Modal awal yang mereka butuhkan untuk membuka stand tersebut sebesar Rp2.500.000.
"Kami berempat patungan membuka stand ini. Semua peralatan, termasuk belanja bahan masakan dilakukan sendiri. Ide membuka stand kuliner memang menjadi pilihan kami apalagi pada bulan puasa seperti ini. Makanan adalah kebutuhan," ujar Cindry di sela-sela menyiapkan makanan khas manado kepada para pengunjung.
Menurutnya menjadi pelaku usaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena dibutuhkan keberanian untuk melangkah, mental yang kuat serta semangat yang tidak pernah padam.
"Kami jadi tahu bagaimana susahnya mencari uang. Jadi mengerti bagaimana jerih lelah orangtua mencukupi kebutuhan hidup," kata Meylani menambahkan.
Selama kurang lebih seminggu beroperasi, mereka belajar banyak hal yang membantu mereka semakin kompak dalam melayani pengunjung.
"Kami belajar berpromosi, management time, bekerja sama, dan mengatur keuangan. Semuanya dapat kami pelajari disini. Rasanya seperti menerapkan ilmu yang di dapat di kampus," terangnya kepada Tribun Manado, Sabtu (27/6) .
Meski pada awalnya ada banyak tantangan, namun semuanya dapat terlewati karena dukungan dari teman-teman mereka terutama sesama anggota BKK yang sering membantu. Kesulitan seperti kerugian, sikap pengunjung yang tidak ramah, konflik internal, dan lainnya menjadi pelajaran berharga yang mengasah kemampuan mereka di dunia usaha.
Sebisa mungkin mereka menyajikan makanan yang berkualitas dengan menjaga tingkat kebersihan, serta bahan-bahan yang digunakan tanpa bahan kimia. Kini dalam sehari mereka berhasil meraup untung ratusan ribu rupiah.
"Sehari untung bisa Rp600.000 hingga Rp900.000," terangnya.
Pantauan Tribun Manado, stand yang terletak di samping kiri panggung utama cukup ramai dikunjungi para pengunjung. Makanan yang paling banyak dipesan adalah mi cakalang, serta makanan penutup seperti es pisang ijo, dan lain-lain.
Diwawancarai terpisah, Edward Go salah satu pengunjung mengatakan pelayanan yang didapatkan sangat memuaskan. "Rasa mienya enak. Selain itu harga terjangkau," ungkap warga Calaca ini.
Stand Stonger dibuka hingga 17 Juli nanti pukul 12.30 hingga 22.30 WITA. Silahkan nikmati menu pilihan berbuka puasa lainnya seperti bubur ayam, pisang goroho, dan masih banyak lagi.
Mereka berharap usaha tersebut dapat terus berjalan tidak hanya pada event ramadhan saja.
"Mudah-mudahan dengan adanya pengalaman ini mental kami bisa lebih kuat untuk membuka usaha sesuai dengan nama stand kami Stronger," tutup Cindry. (Tribun Manado/Fionalois Watania)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jual-es-buah_20150628_083300.jpg)