Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jembatan Pobundayan Ditutup, Tarif Bentor Ikut Naik

Selain masyarakat sekitar, sopir bentor pun merasa berat dengan penutupan tersebut.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Jembatan Pobundayan ditutup 

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Selain masyarakat sekitar, sopir bentor pun merasa berat dengan penutupan tersebut.

"Kami jadi harus memutar jalan yang lebih jauh untuk mengantar penumpang ke pusat kota," ujar Ipin satu diantara sopir bentor.

Untuk menekan kerugian ia pun menaikkan tarif bentor. "Dari tarif bentor Rp 5 ribu menjadi Rp 8 ribu," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan pemerintah dalam hal ini Lurah, kontraktor, dan sejumlah pimpinan RT dan RW, penutupan jembatan darurat tidak ada batasan waktu.

"Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan agar pihak kontraktor menyediakan jalan alternatif yang tidak hanya bisa dilewati orang tapi juga bentor dan motor. Tanggapan pihak kontraktor akan meninjau lagi lokasi tersebu. Mengenai sosialisasi kami sudah berusaha mengumumkan lewat masjid masjid yang ada," ujar Lurah Pobundayan Mohamad Abdullah.

Dikatakan Mohamad, sampai saat ini dirinya kewalahan menghadapi masyarakat yang berkeinginan berbeda-beda. "Apalagi beberapa pihak yang bersangkutan seperti PPTK sulit dihubungi terkesan menghindar," ungkapnya.

Sementara itu Sonny Tangel selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan jembatan tersebut, mengaku memang tidak berkesempatan hadir pada pertemuan mengenai jembatan tersebut. "Mengenai kesepakatan saya tidak tahu karena tidak hadir. Sampai saat ini nomor saya aktif dan tidak ada yang menghubungi. Tapi tidak apa-apa ada direksi saya di Lapangan," ungkapnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved