Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

Kehidupan Ibarat Perlombaan

Kehidupan yang kita alami di dunia ini dapat di ibaratkan seperti suatu perlombaan.

Penulis: | Editor:
NET
Salah satu ikon Kota Manado, Patung Yesus Memberkati. 

Oleh: Vikaris Pdt Lidya Defilya Palakuak, S. Teol pendeta di Jemaat GMIM Lembah Ayalon Alungbanua Wilayah Bunaken.

Amsal 2:1-6

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Saudara-saudaraku yang kekasih di dalam Tuhan. Kehidupan yang kita alami di dunia ini dapat di ibaratkan seperti suatu perlombaan dimana ada garis start dan garis finish yang harus kita mulai dan akhiri, ada kemenangan tetapi juga di dalamnya ada kegagalan.

Siapapun yang mengikuti lomba tersebut pasti yang diharapkan adalah kemenangan. Siapa yg mau kalah atau gagal dlm prlombaan? Tentu tidak, kemenanganlah yang dihrapkan. Saudaraku bicara tentang kemenangan pasti di dalamnya ada kerja keras, pengorbanan, kesungguhan, ketaatan, kedisiplinan,tekad yang mau trus berlatih dalam rangka meraih kemenangan.

Apalagi kita sbagai orang yang percaya satu hal penting yang harus kita peroleh yaitu hikmat. Hikmat dari kata Hokmah berarti bijak/kebijakan. Pertnyaan kpda kita 'mengapa hikmat?' Krna lewat hikmat Allah kita akan dimampukan untuk memperoleh pengetahuan untuk mampu memilah dengan baik dan benar.

Saudara-saudaraku karunia hikmat merupakan pemberian Tuhan tetapi juga harus kita perjuangkan. Maka dalam pembacaan ini diawali dengan 'hai anakku' dimana mau menjelaskan kita sebagi murid dalam rangka memperoleh hikmat kita membutuhkan proses pembelajaran tentu di dalamnya ada didikan, arahan, nasihat, yang harus kita perjuangkan supaya kita mengandlkan hikmat Tuhan bukan hikmat manusia.

Maka pengamsal mengungkapkan mencarinya seperti mencari perak dan mengejarnya sperti mengejar harta terpendam. Ungkapan ini mau menjelaskan bhwa ternyata hikmat itu sangat penting karna dengan hikmat Tuhan seseorang akan tahu bgaimana hidup taat, setia, patuh, dan mngandalkan Tuhan. Karena sumber hikmat atau dasar hikmat adalah Takut akan Tuhan. Sehingga seseorang mmpu menjadi contoh dan teladan dalam kehidupan sekarang ini.

Untuk itu marilah kita meminta hikmat dari Tuhan supaya degan hikmat kita mampu mewartakan Injil Kristus kepada smua orang. Agar kita mampu menjadi garam dan terang dunia. Amin. (tribunmanado/fionalois watania)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved