Alam Menuju Punah, di Sini 'Stoknya' Disimpan
"Ini adalah stok, tentang hubungan manusia dan alam. Jika kita terus memperlakukan alam seperti sekarang, tidak akan ada alam yang tersisa."
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang seniman Israel mengekspresikan komitmennya kepada alam, melalui beragam proyek. Salah satunya adalah pameran unik di Institut Teknologi kota Holon, berjudul "Selamat Tinggal Gaun Beton".
Disini, sang seniman mengembalikan mebel tua dari rumahnya ke alam, dan merekam prosesnya.
"Saya meminta mebel itu dengan sopan untuk kembali ke bumi dan menjadi bahan baku lagi. Kali ini, menjadi bahan baku ke bumi, bukan ke manusia." ujar Shy Zakai, Seniman, Institut Teknologi, Holon.
Proyek Zaka yang lain adalah perpustakaan daun yang ia kumpulkan dan dokumentasikan selama 17 tahun, dari 90 lokasi di seluruh dunia.
"Ini adalah stok, tentang hubungan manusia dan alam. Jika kita terus memperlakukan alam seperti sekarang, tidak akan ada alam yang tersisa dan orang-orang harus datang ke perpustakaan saya, untuk mengingat seperti apa alam itu." tuturnya
Zakai berkata, waktu terbatas bagi sains dan seni untuk datang bersama.
"Hingga kita padukan seni dan sains bersama, tidak akan ada tempat yang benar-benar dapat dipulihkan. Tak akan pernah ada, waktu akan sempit, dan mereka akan rusak lagi." tandasnya.