Yang Lain Coret-coret Seragam, Vianthy Memilih Pulang Dan Berdoa
Seluruh siswa siswi tingkat SMA dan SMK diseluruh Indonesia mendengar hasil kelulusan pada Jumat (15/05).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Valdy Suak
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seluruh siswa siswi tingkat SMA dan SMK diseluruh Indonesia mendengar hasil kelulusan pada Jumat (15/05).
Seperti yang kelihatan di kota Manado ribuan siswa siswi tampak senang mendengar hasil kelulusan, mereka (siswa siswi) merayakannya dengan aksi corat-coret seragam sekolah. Sesuai pantauan Tribun Manado di kawasan Megamas tampak ratusan siswa siswi dari berbagai sekolah tumpah ruah memadati kawasan tersebut.
Seragam sekolah pun diwarnai dengan pilox dan spidol, tak hanya seragam yang di pilox rambut pun ikut mereka warnai. Dalam aksi para pelajar tersebut dikawal langsung oleh petugas kepolisian yang menjaga agar tidak terjadi aksi anarki. Faldy Ointu siwa SMK Yapin Manado yang saat itu berada di kawasan Megamas mengatakan, apa yang ia dan rekan sekolahnnya lakukan adalah bentuk dari rasa gembira karena bisa lulus "kami sangat senang mendengar hasil ujian, apa yang kami lakukan bentuk dari rasa senang," ujranya. Dia mengaku sangat senang karena sebelum mendengar hasil kelulusan ia sempat mengira tidak akan lulus.
Hal yang sama juga diutarakan Lidya Mamahit saat ditemui di tempat yang sama, dia mengatakan sengaja mencoret seragam karena moment seperi itu menurutnya tak datang untuk kedua kali dalam hidup "ini yang pertama dan terakhir makanya saya ikut aksi corat-coret," ujaranya.
Jika beberapa siswa memilih merayakan kelulusan hanya dalam kawasan Megamas beda dengan beberapa siswa siswi lainnya yang malah ugal-ugalan di jalan dengan menggunakan kenalpot racing berkonvoi bersama rekan sekolah masing-masing. Beberapa petugas kepolisian yang melihat kejadian itu pun langsung menegur para pelajar yang ugal-ugalan tersebut.
Tapi ada juga yang memilih pulang rumah untuk berkumpul bersama keluarga, Vianthy Hundiman siswi dari SMK Gloria Manado misalnya, ia mengaku lebih memilih pulang dan bertemu keluarga untuk menyampaikan kabar gembira yang baru ia terima.
Dia juga memilih pulang rumah untuk berdoa mengucap syukur kepada Tuhan atas kelulusannya "daripada saya ikut konvoi mendingan pulang rumah untuk berdoa berterima kasih karena berkat tuntunan Tuhan saya bisa lulus," ujarnnya saat ditemui di depan sekolah seusai mendengar hasil kelulusan.
Meski dalam kawasan Megamas dipenuhi oleh siswa siswi dari berbagai sekolah tapi aksi yang mereka lakukan masih tetap aman dan terkendali sehingga tidak terjadi aksi yang merugikan.