Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liputan Ekslusif

Pacar Nginap Sudah Biasa

Kos-kosan tersebut menerima penghuni pria maupun wanita, baik anak sekolah, mahasiswa sampai pekerja.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
NET
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Valdy Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - BANGUNAN berlantai dua dengan banyak motor terparkir di halaman serta terlihat banyak pakaian bergelantungan di depan-depan kamar. Itulah gambaran salah satu rumah kos di daerah Malalayang Manado.

Kos-kosan tersebut menerima penghuni pria maupun wanita, baik anak sekolah, mahasiswa sampai pekerja.

Puput misalnya. Baginya tinggal di kos itu sangat enak karena tidak ada yang mengatur kehidupan dia sehari-hari. "Tingggal di kos bebas tanpa ada yang mengatur," ucap gadis yang masih duduk di bangku SMA ini, Selasa (5/5).

Apalagi untuk masalah pacaran. Ketika tinggal di kos, Puput merasa aman dan bebas melakukan apa saja.

"Sering kali pacar saya datang nginap di kos ini.Itu sudah biasa karena hampir semua penghuni kos seperti itu," ujarnya.

Kamarnya pun tak terlihat seperti kamar cewek pada umumnya yang rapi dan harum. Dalam kamar terlihat beberapa asbak rokok yang penuh puntung, baju-baju dan buku serta tas terlihat berhamburan di lantai.

Meski begitu menurutnya itu gaya kamar anak kos cewek zaman sekarang. Orangtuanya yang berada di Kotamobagu pun tak tahu akan keadaan tersebut karena setiap orangtuanya datang, dia selalu bersikap baik.

"Kalau orangtua datang saya pasti rapikan kamar soalnya kalau mau datang mereka (orang tuanya) sering telepon dulu," tambahnya.

Tak hanya itum kamar kos yang ia bayar Rp 500 ribu per bulan itu sering dijadikan tempat pesta miras oleh pacar dan sahabat pacarnya.

Saat dikonfirmasi kebenaran tersebut, pemilik kos mengiyakan. Selama penghuni kos bertanggung jawab, dia memberikan izin.

Senada juga diakui Anggrek--nama samaran, yang berstatus sebagai mahasiswi. Saat dijumpai di Teling, tempat kosnya, dia menuturkan sampai sekarang orangtuanya belum tahu kalau dia sudah tinggal di kos.

"Orangtua saya belum tahu kalau saya sudah tiga bulan ngekos," ujarnya karena sebelum kos Anggrek tinggal di asrama.

Waktu tinggal di asrama dia sering keluar dan nginap di kos pacarnya sehingga jarang tinggal di asrama. Akhirnya dia memutuskan untuk tinggal di kos karena asrama sering dia tinggalkan.

Lanjutnya, dengan begitu dia bisa bertemu pacarnya lebih mudah karena kalau di asrama menurutnya harus diam-diam.

Apalagi jika ingin jalan-jalan, dia tidak perlu takut pulang larut malam karena pagar kosnya tidak pernah tutup.

Tags
kos
Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved