Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kendaraan Dinas Pun Ikut Parkir Liar di Jalan Samrat Manado

Maraknya parkiran liar di jalan Samrat membuat kanit Patwal Iptu Bulasa geram.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Mobil dinas ikut parkir liar di Jalan Samrat Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Maraknya parkiran liar di jalan Samrat membuat kanit Patwal Iptu Bulasa geram. Di ruas jalan ini terlihat beberapa kendaraan dinas parkir bebas tanpa takut kena tilang. Sontak kendaraan dinas yang diparkir diruas jalan ini mendapat tanggapan pejalan kaki yang bekerja di sekitar ruas jalan ini. Fanny menyayangkan jika pemerintah juga tidak ikut patuh dengan peraturan yang dibuat pemerintah sendiri, Kamis (30/4/2015).

Ketika ditemui di pos operasi polantas yang berada di ruas jalan Sudirman Manado polisi yang dikenal karena keramahannya ini sedang memeriksa data pelanggaran lalulintas. Melihat kondisi pemarkir liar yang mulai menumpuk membuat ia geram,apalagi ada beberapa kendaraan dinas yang parkir sembarangan.

Menurut Iptu Bulasa semua pelaggar dapat ganjaran sama.”Tentunya semua pelangar akan mendapatkan ganjaran yang sama, kami tidak pilih kasih,apalagi pejabat atau anggota yang parkir. Pertama kejadian ini harus menjadi sebuah pelajaran,kita yang buat peraturan masakan kita yang akan melanggar peraturan itu. Jika memang ada pemarkir yang merupakan petugas harusnya malu dan tidak melakukannya, sebab akan berdampak pada semua petugas,’ujarnya.

Memang kemarin pemerkir liar sudah berkurang,namun saat ini mulai bertambah lagi. Memang jika mau masuk jam operasi pada pagi dan sore hari,pemarkir ini tidak terlihat,namun jika sudah mulai masuk pada siang hari maka banyak yang parkir. Meski akan beristirahat untuk makan di rumahmakan sekitar jalan ini namun harus tahu peraturan sebab dipapan sudah tertulis jangan parkir dituas jalan ini,”ujarnya.

Menurut dia jika hal ini terus terjadi maka aka nada operasi gabungan.”Jika para pemarkir ini masih saja kebal maka kami akan melakukan operasi gabungan,baik polisi,TNI,Pamong,dan sebagainya. Jelas tindakan yang akan didapatkan semua sama,tidak pandang bulu. Kami sendiri terus berupaya melakukan rekayasa lalulintas dimana tujuannya yaitu menghilangkan dan meminimalisir titik macet kota Manado yang semakin hari semakin padat saja,”ujarnya.

Berbeda dengan Iptu Bulasa Fanny pejalan kaki yang melalui ruas jalan ini kecewa.”Kami pejalan kaki sering kecewa dengan perlakuaan para pemarkir liar ini,dimana polisi yang sudah sering mengingatkan mereka namun tetap dilawan saja. Memang saya sudah beberapa kali melihat ada kendaraan pejabat,atau kendaraan dinas parkir disini. Saya tidak tahu apakan sedang makan atau melakukan aktifitas lain,namun kan disitu sudah dipasang tanda larangan parkir. Kemudian kalau parkirnya janganlah di torotoar yang merupakan jalan untuk pejalan kaki seperti kami,”ujarnya.

Menurut dia torotoar sudah berfungsi sebagai lahan parkir.”Ini kan trorotoar dan yang bisa dilalui pejalan kaki. Kalau sudah banyak mobil dan motor diparkir diatas jalan ini maka sebutannya apa,jalan apa ini,atau apakah torotor memang dibuat untuk tempat parkir,”tanyanya dengan kecewa.

Menurut dia pemilik took harus memarkir kendaraannya didalam garasi.”Saya lihat ada toko yang punya garai namun maunya parkir dipinggir jalan saja,tentunya hal ini menganggu pengguna jalan lainnya. Akibatnya papan pengumuman polisi didepan dealer Yamaha jalan Samrat hanya imbauan semata. Harapan saya agar semua pengguna jalan patuh alaulintas,kemudia pemilik toko juga menyediakan lahan parkir untuk kendaraan,dan jalan umum jangan dijadikan tempat parkir,”ujarnya. (tribunmanado/felix tendeken)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved