Duel Senjata Tajam di Liningaan, Satu Orang Meninggal Dunia
Tangis Imel pecah saat melihat jenazah Sweetly suaminya di ruangan jenazah, Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano, Jumat (24/4).
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Tangis Imel pecah saat melihat jenazah Sweetly suaminya di ruangan jenazah, Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano, Jumat (24/4).
"Oh Tuhan, Sweetly kenapa begini, kasihan itu ade (anak)," teriaknya disertai tangis.
"Kita (saya) tahu dia sementara kerja, kenapa jadi begini," teriaknya.
Sweetly Manus (29) warga Liningaan Lingkungan II, meninggal dunia di rumah sakit, lantaran tertikam di dada kanan, saat duel menggunakan senjata tajam bersama Jolly Watuseke (27) warga yang sama, di kelurahan Liningaan Tondano Timur, Jumat (24/4) sekitar pukul 05.00 wita.
Menurut warga, awalnya korban dan Jolly yang masih ada hubungan saudara ini, tidak ada masalah apa-apa. Perselisihan terjadi saat Swetly bercerita dengan Rio. Nah tiba-tiba Jolly datang memukul Rio yang ternyata Rio ada perselisihan masa lalu dengan Jolly.
Lantaran Sweetly tak terima temannya dipukul, Jolly dan Swetly akhirnya terlibat perkelahian, namun sempat dilerai oleh warga."Kami pisah, Jolly pergi, dan Sweetly bersama temannya itu sudah duduk bersama kami, kami pikir masalah mereka sudah selesai," jelas seorang warga yang sempat melerai perkelahian tersebut.
Namun tiba-tiba, Jolly muncul membawa pisau, mengejar sweetly dan temannya tersebut yang sontak lari."Nah kami juga cari tahu lari ke mana mereka, namun tidak dapat," jelasnya.
Ternyata, saat lari tersebut Sweetly mengambil parang, dan mereka berdua bertemu di lingkungan IV kelurahan Liningaan."Kami lihat Sweetly sudah bawa parang, dan saya panggil kemari, saya bilang sudah tidak usah lanjutkan, namun kemudian muncul dari sebelah Jolly dengan membawa pisau," jelas seorang saksi. Duel pun tak terelakkan.
"Mereka berdua sudah berhadapan dengan senjata tajam masing-masing, kami tidak bisa melerai lagi, sebab di situ hanya ada perempuan dan anak-anak saja, kami hanya bisa berteriak saja," jelasnya.
Tak berselang lama, keduanya kemudian terkapar, penuh darah. Di situ baru mereka berdua dibawa oleh warga ke rumah sakit.
Jolly yang mengalami banyak luka bacokan di tangangan kanan, dan muka memar, langsung dirujuk ke RS Kandou Malalayang, setelah dirawat di RSUD Samrat, sementara Sweetly meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan darurat, karena mendapat tikaman di dada kanan, punggung kiri, dan satu goresan.
Satreskrim Polres Minahasa langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut."Kami sementara meminta keterangan lima saksi, dan barang bukti parang dan pisau sudah di amankan," jelas AKP Ricky Prabowo SIK Kasat Reskrim Polres Minahasa.
Ia menambahkan, tidak dilakukan otopsi terhadap korban, karena keluarga sudah membuat surat penolakan."Kita masih sementara selidiki, dan nanti kita juga akan lakukan olah TKP," ujarnya.