Awas, Pencopet Bermodus Mual!
Bagi Anda penumpang angkutan kota (angkot), waspadalah pada penumpang lainnya yang berpura-pura mual dan muntah.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bagi Anda penumpang angkutan kota (angkot), waspadalah pada penumpang lainnya yang berpura-pura mual dan muntah. Ternyata tingkah itu adalah modus para pencopet sebelum mengambil barang-barang berharga penumpang.
Kasus terakhir dialami Lenny Giroth, warga Desa Tumaluntung, Jaga XV, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara, Selasa (21/4). Perempuan berprofesi pendeta ini naik angkot dari Kantor Imigrasi, Jalan 17 Agustus, Manado, menuju pusat kota. Saat hendak membayar, ia baru menyadari tasnya sudah tak ada.
Di dalam tas itu ada uang tunai Rp 3 juta, ponsel, dan surat-surat penting lainnya. Lenny menaksir kerugian yang ia alami Rp 7 juta.
"Mungkin pelakunya tiga lelaki, salah satunya pakai tas ransel. Hanya mereka tadi yang menyapa saya," kata Lenny kala melapor ke Polresta Manado.
Ia menuturkan, satu lelaki pura-pura mual dan muntah-muntah. Setelah itu satu pelaku lainnya meminta tisu kepada Lenny. Satu lelaki lainnya yang mengambil barang korban.
"Setelah mereka meminta tisu dan saat itu IT Center sudah dekat, mereka langsung turun bersamaan. Pokoknya saya yakin merekalah pelakunya," kata perempuan 50 tahun itu.
Serupa dialami Merry Tulunde. Warga Kelurahan Singkil Satu Lingkungan VII, Kecamatan Singkil, Manado, ini kecopetan di angkot jurusan Tuminting-Pasar 45 yang ia tumpangi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 17.15 Wita. Ia baru sadar ponsel Samsung Mega 2 yang ia simpan di tas raib saat hendak mengambil uang untuk membayar angkot.
Merry naik angkot dari Cereme untuk beribadah di satu hotel kawasan Pelabuhan Manado. Ia duduk di tengah. Belum lama di dalam angkot, lelaki berciri-ciri kurus, kulit putih, naik dan duduk di sampingnya. Lalu di sekitar jembatan Megawati, lelaki lain membawa tas dukung hitam juga naik.
Dalam perjalanan satu di antara lelaki itu muntah dan meminta tisu kepadanya. Satu lelaki lainnya berusaha mengimpitnya dengan alasan takut kena muntahan. Saat angkot melintas di depan SMP Garuda, kawasan pecinan, kedua lelaki itu turun.
Perempuan 44 tahun itu melaporkan peristiwa itu ke Polresta Manado pada Senin (20/4). Ia berharap polisi menangkap komplotan itu. Kapolresta Manado Komisaris Besar Sunarto melalui Kasubag Humas Ajun Komisaris Batholomeus Dambe mengatakan, tak sedikit warga yang menjadi korban pencopetan di angkot dengan modus pura-pura mual dan muntah.
"Para pelaku sudah dilacak keberadaannya. Informasi terbaru yang didapat, para pelaku ini kerap beraksi pada rute-rute angkot arah perkantoran dan sebaliknya," kata Dambe. "Cepat atau lambat para pelaku akan kami tangkap. Kami juga berharap bantuan warga atau sopir angkot."
Ia juga mengimbau warga waspada dengan tetap memperhatikan barang bawaan. Sebisa mungkin tas ditutup rapat dan dijaga.