Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

"Alangkah Kagetnya Saya"

Angin puting beliung yang melanda Desa Dumoga II Kecamatan Dumoga Timur Bolaang Mongondow Selasa (14/4/2015) 15.30 Wita menyisakan trauma.

Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Satu diantara Anggota Dewan Bolaang Mongondow Ezra Panese mengunjungi lokasi kejadian puting beliung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Angin puting beliung yang melanda Desa Dumoga II Kecamatan Dumoga Timur Bolaang Mongondow Selasa (14/4/2015) 15.30 Wita menyisakan trauma dan kesedihan pada korban.

Di antaranya Alfed Kondang bersama keluarganya, rumah semi permanen tempat Ia bersama keluarga tinggal rata hingga lantai akibat angin puting beliung.

Alfred menuturkan saat kejadian tidak berada di rumah karena sedang bekerja.

"Saat itu di rumah hanya ada anak kami umur 10 tahun sementara ibunya juga tidak berada dirumah. Ketika hujan dan angin menerjang anak kami takut kemudian mencari ibunya keluar rumah, saat keluar rumah angin menerjang rumah kami," kata Alfred menirukan cerita anaknya.

"Saya sedang bekerja, tiba-tiba saudara saya datang memanggil untuk pulang ke rumah, alangkah kagetnya saya ketika tiba dirumah ternyata rumah sudah rata di sapu angin," tuturnya terlihat sedih.

Lanjut Alfred, saat ini keluarga tinggal sama saudara sambil memperbaiki rumah yang rusak. Ia berharap adanya bantuan pemerintah lebih khusus perbaikan rumahnya.

Sementara Amir Takalimang, saat kejadian berada di dapur sempat tertimbun material, tapi tidak apa-apa. Mereka masih tinggal di rumah karena hanya dapur yang rusak parah.

Sementara itu keluarga dari Dedi Santoso, Titi, Rudi Keaban, Jemy Keaban, Joko Hedayatullah tinggal bersama saudara mereka sambil memperbaiki rumah yang rusak.

5 rumah lainnya memang tidak terlalu parah sehingga masyarakat secara swadaya langsung memperbaiki rumah tersebut khususnya rumah yang rusak atapnya saja. Masyarakat memasang atap dan memperbaiki beberapa rumah yang bisa diperbaiki sambil menunggu bantuan pemerintah.

Pantauan Tribun Manado 7 rumah yang rusak diantaranya 2 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan sementara diperbaiki oleh masyarakat bersama Pemerintah Desa yaitu Sangadi, Babinsa, petugas kepolisian saling membantu.

7 Kepala Keluarga yang berjumlah 30 orang untuk sementara tinggal di rumah saudara mereka dan ada beberapa orang yang bisa tinggal di rumah mereka karena sementara diperbaiki.

Para korban Kepala Keluarga adalah Alfred Kondang, Amir Takalimang, Titi, Dedi Santoso, Rudi Keaban, Jemy Keaban, Joko Hedayatullah. (tribunmanado/maickel karundeng)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved