Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Desa Solo di Bolmut Butuh Bantuan Pupuk dan Benih Padi

Tak hanya jaringan listrik dari PLN saja yang perlu diadakan di sebagian wilayah Desa Solo, Dusun II, tapi bantuan pupuk dan benih khusus padi.

Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO --Tak hanya jaringan listrik dari PLN saja yang perlu diadakan di sebagian wilayah Desa Solo, Dusun II, tapi bantuan pupuk dan benih khusus padi juga perlu diberikan kepada masyarakat, sehingga bisa dimanfaatkan untuk optimalnya penggarapan lahan guna meningkatkan perekonomian daerah.

‘Sebagian besar masyarakat disini menggantungkan perekonomian dan hidupnya dari bidang pertanian, jadi agar bisa lebih maju, baiknya ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah misalnya dalam bentuk pupuk dan benih bagi masyarakat yang belum mendapatkan,’ ujar Agustinus Makanaung, warga Desa Solo, Dusun II.

Selama ini kata dia masyarakat di desanya yang mengolah lahan pertanian, khususnya padi ladang, sebagian belum mendapatkan bantuan pupuk dan benih dari pemerintah, sehingga jika diperlukan harus dibeli sendiri.

‘Saya sendiri tidak pernah mendapat gratis, jika memang diperlukan, pupuk itu saya beli sendiri, sedangkan untuk benih padi sudah dikembangkan sendiri dari hasil panen sebelumnya,’ ungkapnya.

Padi yang ditanam di lahan seluas sekitar 5 Hektar untuk saat ini kata dia hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, belum bisa dijual ke masyarakat atau daerah lain, sebab hasil yang didapat masih cukup terbatas.

‘Apalagi indeks tanamnya hanya sekali setahun, jadi setelah di panen sekitar bulan Maret hingga April, hasilnya disimpan dan diapaki untuk mencukupi kebutuhan keluarga hingga masa tanam lagi disekitar bulan Oktober. Belum bisa dijual ke masyarakat atau daerah lainnya untuk menopang peningkatan ekonomi masyarakat,’ tegas Agustinus.

Pada saat masa panen padi berakhir, biasanya masyarakat tambah Agustinus melakukan tanaman silang agar lahan yang diolah sebelumnya tidak menjadi lahan tidur. ‘Setelah padi dipanen, biasanya masyarakat disini menanam tanaman lainnya seperti jagung di kebun, agar lahan yang ada tetap termanfaatkan. Jadi, tak hanya menjadi lahan tidur saja,’ tegasnya

Sutrisno Goma, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mengungkapkan pemerintah akan berupaya optimal untuk memberikan bantuan kepada seluruh petani yang ada di daerah, baik itu pupuk maupun benih, sehingga produksi padi bisa terus meningkat.

Jika produksi meningkat, maka tak hanya mampu mencukupi kebutuhan di daerah seperti saat ini, tapi juga mampu dipasok ke daerah lainnya guna menopang peningkatan ekonomi masyarakat,’ ungkapnya.

Di Bolaang Mongondow Utara ada sekitar 5.633 Hektar lahan sawah, dan terus dikembangkan juga lahan padi ladang dengan bibit varietas gogoranca yang bisa tumbuh di area basah maupun kering.

‘Bibit ini yang diprogramkan pemerintah untuk diberikan kepada petani, sebab setelah padi varietas lain dipanen, varietas gogoranca bisa menjadi pilihan untuk ditanam lagi, sebab bisa tumbuh dalam kondisi kering maupun basah. Jadi, indeks tanamnya menjadi lebih dari sekali,,’ tuturnya.

Pemerintah menurutnya akan terus memotivasi dan membantu masyarakat petani di daerah ini, guna mencapai kedaulatan pangan seperti yang dicita-citakan oleh pemerintah pusat. ‘Lahan padi yang biasanya cuma sekali diolah, kini akan dioptimalkan pemerintah untuk diolah lebih dari itu dengan bantuan pemerintah dan pihak TNI juga,’ tukasnya.(tribun manado/warstef abisada)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved