Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dari Workshop Konservasi Macaca nigra

Yayasan Save Yaki Giatkan Kampanye Edukasi ke Masyarakat

Penyelamatan Yaki perlu didukung ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum menindak oknum yang jelas-jelas melanggar UU perlindungan satwa liar

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Fernando_Lumowa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beragam rekomendasi rencana aksi terungkap dalam Workshop Torang Bacirita Konservasi Macaca nigra yang digagas Yayasan Selamatkan Yaki di Pusat Perlindungan Satwa (PPS) Tasik Oki, Watudambo, Sabtu (28/3).

Antara lain, upaya pelestarian Yaki perlu dilakukan melalui kampanye edukasi demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan 'nilai penting' Yaki. Misalnya, sosialisasi ke mahasiswa, pelajar SD-SMA lewat metode seminar, diskusi, belajar sambil bermain, studi tur, bagi-bagi brosur.

Kemudian, bagaimana memutus rantai komersialisasi Yaki lewat memberi kesadaran kepada 'kelompok kunci' seperti pemilik rumah makan, pedagang dan pemburu. Kepada mereka diberi pemahaman 'Stop buru, bunuh, jual dan makan Yaki."

"Selain itu, upaya penyelamatan Yaki perlu didukung ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum menindak oknum yang jelas-jelas melanggar UU perlindungan satwa liar," tukas Denny Taroreh, peserta workshop.

Menurut Taroreh, perlu dicari kiat, metode dan cara kampanye yang tepat demi kelestarian Yaki. Kampanye menyelamatkan Yaki, kata fotografer pegiat lingkungan hidup ini, sudah dilaksanakan sejak era 80-an namun faktanya, populasi Yaki terus menukik. "Berarti strategi kampanye tak efektif. Perlu cara dan gaya baru," jelasnya.

Thirza Loffeld, Kordinator Pendidikan Advokasi Selamatkan Yaki menjelaskan, workshop itu bertujuan menghasilkan pendekatan dan kampanye sesuai dengan karakteristik budaya Minahasa. "Tujuan kita mampu memberi pemahaman arti penting Yaki dan ada perubahan pola pikir di masyarakat," kata Thirza.

Junita Siwi, Education Officer Selamatkan Yaki menambahkan, workshop melibatkan unsur pemerintah, para camat-lurah di Bitung dan Minut, NGO, TNI-Polisi dan elemen masyarakat. Rekomendasi workshop ini akan menjadi strategi kampanye dukasi Selamatkan Yaki. "Mari jaga Yaki for Torang pe anak cucu," pesan Siwi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved