Minggu, 7 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Burung Pleci Jadi Juara di Konters Berkicau

Lapangan Basket Megamas tiba-tiba dikerumuni oleh ratusan burung yang tanpa henti-hentinya berkicau.

Tayang:
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/FIONALOIS WATANIA
Juara kontes burung berkicau 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Lapangan Basket Megamas tiba-tiba dikerumuni oleh ratusan burung yang tanpa henti-hentinya berkicau. 'Ulah' mereka bahkan membuat pengendara motor yang lewat berhenti. Bahkan ada yang penasaran untuk mencari tahu penyebab aksi para burung yang tak biasanya itu.

Setelah ditelusuri, rupa-rupanya aksi para burung tersebut memang sengaja dipancing oleh para pemilik burung untuk menjadi juara dalam Harley Cup 2015, lomba burung berkicau tingkat Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka hari ulang tahun pertama Komunitas Burung Berkicau Manado, Sabtu (28/03) yang didukung oleh Harley Mangindaan, Bank Sulut, dan Kios Burung Muslimin.

Menurut Ketua Panitia, Sukardi yang juga adalah Ketua Komunitas Burung Berkicau Manado, perlombaan burung berkicau ini baru pertama kali digelar di Manado.

"Pengukuhan komunitas kami tahun kemarin, dan beruntungnya tahun ini kami bisa menggelar lomba tingkat provinsi Sulawesi Utara dengan dukungan berbagai pihak," katanya kepada Tribun Manado, Sabtu (28/3).

Adapun jenis burung yang dilombakan adalah Cendet, Kacer, Kenari, Murai Batu, Cuca Ijo, Love Bird, dan Pleci. Sementara untuk kelas lomba terdiri dari delapan kelas sesuai dengan jenis burung ditambah dengan kelas campuran.

Meski perlombaan sempat terhenti oleh karena hujan deras, namun tak menghalangi jalannya lomba hingga pada tahap perlombaan kelas campuran. Ketika lomba dimulai, sarung penutup burung dibuka.

Sontak puluhan burung yang dilombakan langsung unjuk kemampuan. Mereka terus berkicau dengan variasi siulan yang berbeda-beda. Aksi para pemilik burung pun tak kalah menarik.

Dengan menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan, bertepuk tangan, atau melambaikan topi, mereka berusaha keras memancing piaraan mereka untuk berkicau merdu.

Salah satu jenis burung yang mengikuti lomba ini adalah endemik Sulawesi Utara yakni burung Pleci. Juara satu pemenang kelas Burung Pleci, adalah Bayu, warga Sario Jln Boulevard. Dia mengaku sudah semenjak 10 tahun lalu memelihara burung, dan pengalaman pertama ikut langsung mendapat gelar juara satu.

Setiap hari dia selalu memutar lagu mp3 burung agar siulan burungnya semakin bervariasi. Total koleksi burung miliknya mencapai 12 ekor. Poin yang dia peroleh adalah 100. Sementara juara dua dan tiga berhasil direbut oleh Jamal dan Neutral.

"Jika lomba seperti ini akan digelar tahun depan, saya juga akan berpartisipasi," katanya lalu tersenyum.

Kriteria penilaian lomba burung berkicau adalah volune suara yang dihasilkan, variasi lagu, dan gaya.

"Calon kandidat juara adalah burung yang tidak terpengaruh dengan burung lain bahkan memiliki siulan yang berbeda," ujar Sukardi.

Dia menambahkan hadiah bagi bara pemenang berupa trophy, sertifikat dan uang tunai. "Juara satu berhak mendapatkan uang tunai sebesar satu juta rupiah, juara dua enam ratus ribu rupiah, dan juara tiga empat ratus ribu rupiah. Masing-masing kelas lomba dicari tiga pemenang," jelasnya.

Selain lomba, digelar juga pameran burung. Harley Mangindaan, yang datang berkunjung menonton atraksi tersebut langsung disambut oleh panitia.

Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa perlombaan burung berkicau bukan hanya perlombaan biasa saja. Tapi juga sebagai bentuk kebersamaan dan silahturahmi sesama anggota pecinta burung yang ada si Privinsi Sulut.

"Melalui ajang ini kita bisa saling bersilahturahmi dan diharapkan persatuan komunitas burung semakin lebih baik kedepannya. Mari kita gelar kembali perlombaan burung berkicau di tahun 2016 dengan acara yang lebih heboh," tutupnya.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved