2015, Kasus Rabies di Bolmong Meningkat
Penyakit Rabies yang diakibatkan oleh gigitan anjing ternyata di daerah Bolmong makin bertambah.
Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Penyakit Rabies yang diakibatkan oleh gigitan anjing ternyata di daerah Bolmong makin bertambah.
Jumlah penderita di tahun 2015 diprediksikan meningkat dibandingkan 2014.
Jumlah penderita rabies di tahun 2015 hampir sepertiga dari jumlah penderita di tahun 2014, padahal data tersebut baru berjalan dua bulan.
"Memang dibandingkan Januari dan Februari tahun 2014 lebih banyak di tahun 2015. Untuk bulan Maret masih berkisaran di belasan kasus," ucap Kepala Seksi Bina Pengamatan, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bolmong Wiyono SST, Jumat (27/3).
Menurutnya, untuk kasus yang ada di bulan Agustus tahun 2014 satu warga Desa Sinium, Kecamatan Dumoga meninggal dunia, diakibatkan karena terlambat melapor ke puskesmas. Sehingga sudah timbul gajala Rabies terlebih dahulu.
"Jika diadakan penanganan dengan cara pencegahan maka akan semakin mempercepat prosesnya. Jadi sudah tidak bisa lagi di vaksin," ujar Wiyono.
Lanjutnya, karena stok vaksin masih cukup, diharapkan apabila digigit anjing langsung melapor. Agar bisa diadakan pencegahan sejak dini dan bagi yang sudah terkena gigitan anjing tersebut, tidak boleh dibiarkan lebih dari satu hari karena bisa berdampak buruk bagi penderita.
"Bagi penderita yang digigit kemudian anjingnya tidak mati, maka akan disuntikkan vaksin satu kali, itu disebut h-nol. Sedangkan anjing yang mati akan di suntik empat flacoon. Pada hari pertama dua flacoon, hari ketuju satu flacon dan hari ke 21 disuntik satu flacoon, anak maupun dewasa sama rata penyuntikannya," jelas Wiyono.
Sementara Kadis Kesehatan Bolmong dr Rudiawan menghimbau bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kuncing harus disuntik secara berkala di peternakan agar hewan peliharaan tidak sakit dan tidak menularkan rabies.
"Masyarakat harus memperhatikan bahaya rabies karena virus ini berbahaya sehingga perlunya penyuntikan terhadap hewan peliharaan sehingga tidak sakit dan menyebarkan virus," pungkasnya menutup pembicaraan. (Tribun Manado/Maickel Karundeng)