Cangkang Mutiara Jadi Kerajinan di Sulut
Cangkang mutiara selama ini hanya sebagai limbah yang dibuang begitu saja sebagai oleh industri mutiara.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cangkang mutiara selama ini hanya sebagai limbah yang dibuang begitu saja sebagai oleh industri mutiara.
Namun saat ini di cangkang biota laut tersebut bisa dijadikan kerajinan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
"Dipadukan dengan batok kelapa bisa menghasilkan kerajinan yang bernilai tinggi," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Jenny Karouw.
Jenny menambahkan pengrajin cangkang berada di Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Sebab didaerah tersebut ada pembudidayaan mutiar yang cangkangnya dibuang sebagai limbah.
Untuk itu pemrintah berupaya untuk memberdayakan masyarakat agar memanfaatkan cangkang tersebut untuk dijadikan kerajinan.
"Tumpukan kulit kerang itu hanya merupakan limbah, namun setelah diolah dengan kreatifitas menghasilkan produk yang bisa dijual," ungkapnya.
Produk yang dihasilkan antara lain penutup lampu, bingkai foto, gantungan kunci, perkakas rumah tangga, dan lain sebagainya.
Produk tersebut memiliki kualitas yang diekspor keberbagai negara, seperti Yunani dan Maladewa.
Selain cangkangnya, serbuk sisa penggergajian cangkang kerang masih bisa dimanfaatkan lagi untuk kerajinan lain, seperti mutiara imitasi dan bahan kosmetik.
Padahal sebelumnya, masyarakat tidak menyadari serbuk gergaji kerang dapat dimanfaatkan. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada pengrajinan agar nantinya bisa dikembangkan. (Tribun Manado/Herviansyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kerang-mutiara222.jpg)