Liputan Eksklusif
Kisah Seorang Ibu dari Langowan: Anak Saya Sudah Jadi Warga Amerika
Banyak warga Langowan, Minahasa yang bekerja di Amerika Serikat. Banyak pula yang sudah tercatat sebagai warga negara Paman Sam tersebut.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, LANGOWAN - Banyak warga Langowan, Minahasa yang bekerja di Amerika Serikat. Banyak pula yang sudah tercatat sebagai warga negara Paman Sam tersebut.
Ellen Kumolontang kini tinggal sendirian di Langowan, Minasa. Suaminya, Nikolas Tasik dan dua anaknya tinggal di Amerika.
"Suami saya Nikolas Tasik dan dua orang anak saya sementara berada di Amerika. Suami pemegang green card, dua anak saya sudah citizen (warga negara) di sana. Sementara saya di Langowan mencoba buka usaha," ungkap Ellen saat diwawancarai Tribun Manado, Senin (16/3).
Ia menjelaskan, suaminya di Amerika bekerja sebagai kepala koki di sebuah restoran Jepang, tepatnya di Ohio.
"Sudah 20 tahun suami saya bekerja di sana, tapi beberapa kali pernah pulang juga, karena pemegang green card, jadi harus perpanjang, jadi kadang bisa pulang. Tapi kalau anak kami, tidak bisa lama-lama di Indonesia, sebab sudah citizen di Amerika," jelas dia.
Ellen sendiri baru beberapa bulan yang lalu pulang ke Langowan untuk membangun usaha. Namun dia kembali berpikir untuk menyusul suami dan anaknya di Amerika.
"Tapi sepertinya saya akan kembali lagi ke sana menemani suami. Sebab usaha di sini belum terlalu berhasil, sementara rumah di sini, ada orangtua yang tinggal, dan rumah kos di Manado ada yang urus," jelas dia.
Dia menceritakan, pertama kali ke Amerika, suaminya sekitar tahun 80-an.
"Suami saya coba-coba ke sana, dibantu saudara mengurus visa, dan saat itu kan ada penerimaan besar-besaran di Amerika, dan suami saya lolos untuk bekerja di sana. Setelah beberapa lama, baru jemput kami untuk ke sana," ujarnya.
Kini satu anaknya telah menikah dan menetap di Amerika, serta anaknya yang satu masih studi.
"Selama saya di Langowan, tetap dapat kiriman uang, tapi tidak banyak, lantaran sudah ada pemasukan juga dari usaha di sini," ungkapnya.
Ia menambahkan, sebenarnya kehidupan di Amerika hampir sama saja, namun penghasilannya jika dirupiahkan memang lebih banyak.
"Hampir sama sebenarnya, tapi kita di Amerika kan penghasilannya dollar, jadi ada kebanggaan, dan bisa dapat penghasilan lebih juga," tutur dia.
Tapi bedanya adalah udara di Amerika sangat dingin. "Di sana banyak juga orang Manado" kata dia.
Satu saat nanti, kata dia, saat sudah tua, akan kembali ke Langowan.
"Tetap kalau disuruh pilih, lebih senang di Langowan. Tapi nanti kita akan tinggal di Langowan lagi, dan saya juga kalau ke sana hanya membantu tugas suami," jelasnya.
Sayangnya, kata Ellen, ketika pulang ke Indonesia dan membawa barang-barang untuk keperluan rumah, justru dicegah Imigrasi Indonesia.
Sebab, dicurigai barang-barang itu mau dijual kembali. (tribun manado/alpen martinus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pasport-us.jpg)