Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengusaha dan Asosiasi Perikanan Bitung Bertemu Menteri Susi

Sejumlah pengusaha dan asosiasi perikanan kota Bitung akhirnya bisa bertemu Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti .

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
IST/DOK.TRIBUNMANADO
Sejumlah pengusaha dan asosiasi perikanan kota Bitung akhirnya bisa bertemu Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti di kementrian KP, Jumat (13/3/2015). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -  Sejumlah pengusaha dan asosiasi perikanan kota Bitung akhirnya bisa bertemu Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti di kementrian KP, Jumat (13/3/2015).

Mereka adalah Lina Utiarahman dari Himpunan Pengusaha Perikanan Kota Bitung (HiPBi), Rudi Walukow dari Asosiasi Kapal Perikanan Nasional (AKPN), Jefri Sagune dari Himpunan Pengusaha Kecil Nelayan (HIPKEN), Deky Sompotan dari ASPENAT, Basmi Said dari Asosiasi Unit Pengolahan Ikan, Axel Tenderan dan Hein Kojongian, bertemu Menteri Susi untuk menyampaikan keluhan terkait Moratorium yang dikeluarkan sangat berdampak kepada mereka.

"Ibu Susi sangat memahami dan menerima segala keluhan serta masukan yang kami kami sampaikan. Dan nanti tanggal 20 Maret nanti kami akan kembali melakukan pertemuan dengan bliau sekaligus menuntaskan permasalahan dunia perikanan Kota Bitung," kata Basmi Said satu diantara pengusaha perikanan yang dihubungi, Jumat (13/3) kemarin.

Menurutnya menteri Susi ingin Kota Bitung menjadi pusat ikan tuna dunia karena potensi ikan tuna Kota Bitung dinilai sangat berlimpah dan selama ini mampu menghidupi Kota General Santos Filipina sebagai pusat ikan tuna dunia.

"Tujuan Ibu Susi melakukan moratorium adalah untuk kepentingan Kota Bitung sebagai kota penghasil tuna untuk dunia. Tidak seperti selama ini yang tidak dikenal oleh dunia karena hasil tangkapannya lebih banyak dibawa lari ke General Santos Filipina," ujarnya usai melakukan pertemuan di Kementrian KP.

Menteri Susi berkeinginan besar Kota Bitung bisa dihargai, dihormati dan menjadi kiblatnya menghasil ikan dunia, untuk itulah Susi menginginkan agar dunia perikanan Kota Bitung diatur kembali agar bisa menjadi pengontrol harga ikan dunia.

"Ibu Susi juga mengatakan tak bermaksud menyakiti masyarakat Sulut terutama masyarakat Kota Bitung dengan melakukan moratorium, namun ia hanya ingin Kota Bitung dihormati dunia karena ikannya yang melimpah," kata dia.

Ditambahkannya, lewat kebijakan Menteri Susi tetap mendapat dukungan dari para pengusaha perikanan Kota Bitung, ini dikarenakan apa yang disampaikan Menteri Susi sangat mungkin terlaksana di Kota Bitung karena memang hasil laut Kota Bitung melimpah.

"Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada jalan keluar untuk mengatasi permasalahan perikanan di Bitung pasca Moratorium," tukasnya.(tribun manado/christian wayongkere)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved