Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terbelah! Golkar Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada 2015

Partai Golkar versi Aburizal Bakrie pun sepakat mengusungTetty Paruntu dalam Pilkada Minsel 2015.

Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Tetty Paruntu menyatakan siap kembali memimpin Minahasa Selatan. Partai Golkar versi Aburizal Bakrie pun sepakat mengusungnya dalam Pilkada Minsel 2015.

Namun sesepuh Golkar, Akbar Tandjung justru khawatir partainya tak bisa mengusung calon dalam Pilkada 2015 karena konflik internal.

Seperti diketahui, Golkar terbelah menjadi kubu Ketua Umum Aburizal Bakrie hasil Munas Bali dan kubu Ketua Umum Agung Laksono hasil Munas Ancol.

Mahkamah Partai pun sudah mengetok palu untuk kemenangan Agung Laksono. Namun kubu Aburizal Bakrie menganggap tidak ada putusan apa-apa dari Mahkamah Partai dan dia memilih menyelesaikannya di Mahkamah Agung.

Terkait putusan Mahkamah Partai, Akbar Tandjung melihat itu masih mengambang. Tanpa ada kesepakatan islah yang konkret, sebenarnya Golkar sedang menghadapi masalah yang lebih besar lagi.

"Putusan Mahkamah belum merupakan satu putusan yang resmi. Dua hakim mendukung kepengurusan Agung Laksono sementara dua lainnya tidak mengatakan memberikan dukungan. Jadi dengan demikian amar keputusan tidak bisa dieksekusi," kata Akbar, Minggu (8/3).

Artinya perpecahan Golkar sama sekali belum terselesaikan. Golkar bakal menghadapi persoalan besar yakni tak bisa ikut Pilkada serentak yang dimulai April 2015 nanti.

"Kalau tidak ada satu putusan final yang disepakati yang mengikat kedua belah pihak ya masalahnya belum selesai. Kalau berlarut-larut nanti Golkar bisa-bisa tidak ikut Pilkada," katanya.

Solusi yang ditawarkan Akbar adalah Golkar perlu lekas menggelar Munas bersama. Bukan di akhir 2016 seperti rekomendasi Mahkamah Partai, namun sesegera mungkin.

"Munas yang kami maksud itu munas yang disepakati bersama-sama dilakukan dalam waktu dekat ini karena bertepatan dengan agendan pilkada yang diawali bulan April yang akan datang. Kalau itu dilakukan itu saya kira solusi yang terbaik, tuntas dan komprehensif," kata Akbar.

"Kalau Munas bisa digelar saya kira itu solusi yang tuntas dan komprehensif bahkan bulan Juni atau Juli sudah bisa ikut pilkada," tambahnya.

Kalau tak ada penyelesaian maka konflik perpecahan Golkar bakal terus berkepanjangan. Kalau sudah begitu maka Golkar akan semakin mengecil seiring kegagalan mengikuti pilkada.

"Kalau tidak ada satu putusan final yang disepakati yang mengikat kedua belah pihak ya masalahnya belum selesai. Kalau berlarut-larut nanti Golkar bisa-bisa tidak ikut pilkada," ujar Akbar prihatin. (dtk)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved