Bank Sulut Siapkan Kredit Usaha Bagi PNS

PT Bank Sulut menyiapkan program kredit usaha bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki usaha.

Bank Sulut Siapkan Kredit Usaha Bagi PNS
KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN
Uang tunai dan kartu kredit. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- PT Bank Sulut menyiapkan program kredit usaha bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki usaha. Dengan demikian diharapkan usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan baik.

"Kami mengeluarkan kredit bagi PNS yang memiliki usaha, sehingga nantinya dapat berkembang dengan baik," ujar Direktur Pemasaran PT Bank Sulut Novie Kaligis.

Kaligis mengungkapkan kredit tersebut diadakan setelah pihaknya melihat ada PNS yang memiliki usaha sampingan, namun butuh pembiayaan untuk mengembangkan usahanya, sehingga diharapkan kesejahteraannya dapat berkembang dengan baik,

Untuk kredit tersebut Bank Sulut menyiapkan plafon hingga Rp 200 juta kepada setiap debiturnya. Namun demikian harus dilihat juga kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan usaha.

Untuk itu petugas dari Bank Sulut nantinya akan melakukan peninjauan untuk melihat perkembangan usaha yang dikembangannya. Dengan demikian dapat dilihat kredit yang dibutuhkannya. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Bank Sulut untuk mendorong sektor produktif di Sulut dan Gorontalo.

Sedangkan menurut Kepala Divisi Kredit Bisnis PT Bank Sulut Hanny Kaloh mengungkapkan PNS yang memiliki usaha sampingan cukup banyak, seperti toko, ojek, penjual kue tradisional, usaha makanan maupun tempat kos.

"Usaha tersebut merupakan sektor produktif yang memiliki dampak yang cukup besar bagi prekonomian, termasuk di dalamnya lapangan pekerjaan," katanya.

Untuk itu Bank Sulut memiliki skim khusus bagi PNS yang memiliki usaha. Hal itu dilakukan untuk mendorong usaha yang dimiliki PNS dapat berkembangan dengan baik.

Terpisah, kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Luctor Tapiheru mengungkapkan perbankan di Sulut harus dapat menyalurkan kredit, bukan hanya kepada sektor konsumtif saja, melainkan juga sektor produktif.

Hal ini karena sektor produktif memiliki multi player effect yang cukup besar di masyarakat. Sehingga dengan demikian mampu meningkatkan perekonomian.

Penulis:
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved