Tapiheru: Fungsi Kas Titipan Saat Ini berbeda

Fungsi kas titipan di bank-bank yang bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) saat ini berbeda fungsinya dibandingkan dengan beberapa waktu lalu.

Tapiheru: Fungsi Kas Titipan Saat Ini berbeda
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Gedung Bank Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Fungsi kas titipan di bank-bank yang bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) saat ini berbeda fungsinya dibandingkan dengan beberapa waktu lalu.

"Saat ini fungsi kas titipan berbeda dibandingkan dengan beberapa tahun lalu," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara (Sulut) Luctor Tapiheru di sela Perpanjangan Kerjasama Kas Titipan Bank Indonesia di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Gorontalo, Jumat (6/3/2015).

Tapiheru menambahkan jika dulu fungsi kas titipan hanya menyediakan uang tunai dalam waktu tertentu saja, dia mencontohkan di Jawa dan Sumatera pada waktu lalu BI harus menyediakan uang tunai pada musim karet atau pun kelapa sawit. Sedangkan pada hari-hari biasa, tidak berjalan dengan normal, tidak ada kas titipan.

Namun pada saat ini kas titipan disediakan, untuk menjaga kebutuhan uang kartal, memenuhi kebutuhan masyarakat. "Sehingga fungsinya sedikit bergeser," katanya.

Menurutnya kebijakan BI terhadap kas titipan saat ini fokus dilakukan. Sebab memang kebijakan uang tunai ini merupakan fungsi klasik, yaitu menyediakan uang kartal sampai ke pelosok negeri. Namun keterbatasan kantor perwakilan yang hanya 41 di 33 provinsi, menyebabkan harus ada kas titipan kepada bank-bank yang telah bekerjasama.

Ini pekerjaan yang tidak ringan, sebab seperti BI Sulut harus menyediakan uang tunai sampai ke pulau terluar. Oleh karena Menjadi juga bi sulut tidak mudah untuk melayani uang tunai. "Kedepan, BI akan memperbanyak keberadaan kas titipan, sehingga mampu menjangkau sampai ke daerah pelosok," katanya.

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan perbankan untuk kas titipan. Namun tidak seluruh bank yang dapat bekerjasama. Melainkan yang infrastruktur dan SDM yang mumpuni.

Sedangkan Deputi Kantor Perwakilan BI Gorontalo Ahmad Kosasih mengungkapkan kerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, telah berlangsung cukup lama, yaitu 23 tahun untuk kas titipan. sebab sampai saat ini Kantor Perwakilan BI Gorontalo belum bisa berfungsi sebagai kas dan kliring.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Gorontalo telah meningkat cukup signifikan, di atas 7 persen. Peningkatan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian kebutuhan uang tunai pun mengalami peningkatan, di Gorontalo kas titipannya sebanyak Rp 200 miliar. "Satu di antara visi BI memenuhi uang kartal layak edar, bagi masyarakat," katanya.

Hal ini juga tercermin dari kredit pada 2014 tumbuh sebesar 22 persen, namun DPK hanya tumbuh 11 persen. Sehingga tak heran LDR mencapai 220 persen.

Sedangkan Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Manado Hotman Nainggolan Mengungkapkan berterima kasih kepada BI yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank Mandiri untuk kas titipan.

"Kedepannya akan terus memperbaiki kekurangan yang ada, sehingga akan semakin baik lagi," katanya.

Dengan demikian semua peraturan dan ketentuaan dapat berjalan dengan baik. Apalagi limit untuk kas titipan ditingkat.

Penulis:
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved