Bulog Operasi Pasar Pekan Depan di Boltim
Subdivre Bulog Bolaang Mongondow akan menggelar operasi pasar beras murah di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pekan depan.
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -Subdivre Bulog Bolaang Mongondow akan menggelar operasi pasar beras murah di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pekan depan.
Warga Boltim, Rukia Mamonto (55) mempertanyakan belum disalurkannya beras raskin dari pemerintah hingga bulan ini. Padahal masyarakat sangat membutuhkan penyaluran raskin tersebut disaat kenaikkan harga beras dipasaran. "Sudah dua bulan tak disalurkan, tidak tahu kalau masih ada atau sudah dihentikan," katanya, pada Jumat (6/3).
Dia berharap keberadaan beras murah tersebut dapat terus dipertahankan karena sangat membantu warga miskin seperti dirinya. "Kalau bisa ada penjualan beras murah (operasi pasar), dari pemerintah untuk meringankan beban kami yang susah ini," tuturnya.
Kepala Bagian Ekonomi, Setda Boltim, Hamdi Egam mengatakan Pemda Boltim sudah mengajukan permohonan pelaksanaan operasi pasar ke Bulog Bolmong di Kotamobagu. Hal ini untuk mengantisipasi inflasi karena kebaikkan harga beras yang terjadi beberapa pekan terkahir.
"Kita sudah ajukkan permohonan dan mereka sanggupi, rencananya pekan depan di lima kecamatan. Kita akan koodinasi dengan camat jika akan dilaksanakan," katanya.
Dia mengatakan harga jual beras tersebut dibawah harga pasaran. Katanya, dipasarkan bukanlah beras miskin tetapi beras dengan kualitas baik. "Mereka sanggup berapapun, tinggal koordinasi dengan Polri," katanya.
Dia menambahkan pernyaluran beras miskin (Raskin) akan dilakukan bulan ini oleh Bulog. Data Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Boltim sebanyak 4.380 di 51 desa dengan kuota 65.700 kilogram senilai Rp 105.120.000 perbulan.
"Beras raskin akan segera disalurkan. Tahun ini kita akan up date data warga miskin yang layak menerima raskin dengan bekerjasama dengan pemerintah desa. Sebab penerima harus dibicarakan dalam musyawarah desa. Apalagi saat ini sudah menjadi 80 desa," terangnya.
Dia menjelaskan pemda melakukan monitoring dan evaluasi kuota beras yang disalurkan ke masyarakat. "Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 1.600 per kilogram, kita masih berikan dispensasi hingga Rp 2000 per kilo untuk desa yang jaraknya jauh dari titik distribusi," terangnya.
Dia mengungkapkan sesuai data di Bulog Kotamobagu masih terdapat desa yang belum membayar lunas. "Di propinsi (Bulog) sudah aman, tapi di Bulog Kotamobagu masih ada sedikit yang belum terbayar. Tapi ini hanya masalah komunikasi, penagih belum mengambil di Sangadi," bebernya.
Sesuai data 13 Desa di Kecamatan Nuangan sebanyak 1.178 RTS. Kecamatan Tutuyan sebanyak 9 desa dengan 596 RTS, Kecamatan Kotabunan dengan 7 desa dengan 766 RTD, Kecamatan Modayag 17 Desa dengan 1.202 RTS dan Kecamatan Modayag Barat sebanyak 638 RTS.