Dari Berastagi, Jootje Kembangkan Markisa di Masarang Minahasa
Markisa di daerah Minahasa dikembangkan oleh Jootje Kawengian warga Rinegetan.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Mungkin sebagian orang di Sulawesi Utara hanya mengetahui rasa buah markisa, dari produk yang sudah berada dalam kemasan, dan mengira bahwa buah tersebut cuma berada di luar Sulut.
Namun siapa sangka, ternyata di Minahasa juga tumbuh tanaman rambat ini. Memang untuk daerah Minahasa, tanaman ini dikembangkan oleh Jootje Kawengian warga Rinegetan.
Ia mengembangkan tanaman ini di kebun miliknya di desa Masarang. Namun untuk bibitnya didapatkan dari dareah Batak Karo tepatnya daerah Berastagi."Saya kan pernah pelayanan di sana beberapa kali, dan tiap kembali, mereka memberikan oleh-oleh buah markisa," jelasnya.
Awalnya ia tak berpikir untuk mengembangkan buah markisa ini, sampai satu saat, dirinya berpikir ingin mengembangkan buah penghasil jus nikmat ini."Setelah sekian kali saya diberikan oleh-oleh markisa, akhirnya saya berpikir untuk mengembangkan buah markisa di Minahasa, dan saya tanya cara pembibitannya, dan coba di sini (Minahasa)," ujarnya.
Upayanya tersebut dimulai pada tahun 1999, dan ternyata biji yang disemainya tersebut berhasil tumbuh menjadi bibit yang kemudian coba ditanamnya di kebun miliknya tersebut, dan berhasil.
"Tak sampai satu tahun, sudah menghasilkan buah, dan tidak terlalu lama, buahnya sudah matang dan siap untuk dipanen," jelasnya. Saat ini dirinya sudah memiliki 10 pohon yang bisa menghasilkan 400 buah siap panen dalam seminggu.
Untuk memelihara buah markisa ini, menurutnya tidak membutuhkan biaya yang mahal, sebab tidak membutuhkan perawatan khusus, petani hanya perlu menyiapkan tempat untuk menjalarnya pohon markisa, agar buahnya bisa menggantung."Tanaman ini sangat praktis ditanam, kebal hama juga," jelas dia.
Namun hingga saat ini, dirinya belum mengembangkan hingga menghasilkan produk."Sejauh ini baru dijual di pasar saja Rp 1500 per buah, tapi memang rencananya kita akan buat perasan markisa, sudah dibicarakan bersama dengan Disperindagkop Minahasa," kata dia. Ia berencana juga akan ke Karo lagi untuk mempelajari pengolahan buah markisa ini, termasuk sara pemerahan buah.
Namun saat ini yang dilakukannya adalah membagikan bibit kepada petani."Kalau sudah menghasilkan nanti, saya beli buahnya untuk diolah," jelas dia. Buah markisa ini berbentuk lonjong, berkulit seperti telur agak tebal mengkilat, dan di dalamnya berisi biji yang dibungkus dengan daging buah tipis dan berair, berwarna kuning. Saat masih muda, buah ini berwarna hijau, namun kalau sudah siap panen, berwarna akan merah muda. rasanya manis segar ada sedikit asamnya.