Setelah Menggelar Kawin Massal, Discapil Mitra Gelar Cerai Massal

Kawin massal yang baru - baru ini diadakan, ibarat mengambil air dari lautan tak bisa menghabiskan pasangan kumpul kebo yang jumlahnya banyak.

Setelah Menggelar Kawin Massal, Discapil Mitra Gelar Cerai Massal
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN -  Kabupaten Mitra, Sulawesi Utara,  gudang kumpul kebo. Kawin massal yang baru - baru ini diadakan, ibarat mengambil air dari lautan tak bisa menghabiskan pasangan kumpul kebo yang jumlahnya banyak. Hal itu diakui Kadiscapil Mitra David Lalandos.

"Banyak sekali pasangan kumpul kebo di Mitra, jumlahnya saya tidak tahu pasti," katanya.

Lalandos menuturkan, setelah kawin massal pihaknya akan menggelar cerai massal. Mereka yang akan bercerai ini, kata dia, sudah lama pisah dengan pasangannya. "Setelah itu mereka akan dikawinkan dengan pasangan dengan mana mereka hidup saat ini," ujarnya.

Diungkapnya, peminat ajang itu sangat banyak. Hal itu tampak dari banyaknya warga yang mendatangi kantor Discapil untuk menanyakan perihal cerai massal itu. "Padahal pendaftaran belum resmi dibuka," ujarnya.

Kumpul kebo di Mitra memang mencemaskan. Penelusuran Tribun Manado mengungkap rupa - rupa kumpul kebo yang tragis sekaligus menggelikan. Di sebuah Desa, terdapat seorang wanita yang hidup dengan pasangannya. Mereka bertetangga dengan pasangan resmi wanita itu.

Hal itu sudah terjadi bertahun - tahun lamanya, dan mereka hidup rukun. Tak ada sanksi moral dari warga. Pemerintah setempat pun seakan tak peduli. Di sebuah rumah kos di pusat kota Ratahan, hidup sepasang pasangan kumpul kebo. Prianya merupakan pegawai swasta sukses.

Pasangan kumpul kebonya seorang wanita muda yang sudah pisah dengan suaminya. Kepada ibu kos mereka mengaku pasangan suami istri. Keduanya memperlihatkan sikap mesra hingga ibu kos, bahkan semua penghuni kos tak curiga. Seungguhnya, pria tersebut memiliki istri yang cantik dengan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ia hidup dengan pasangannya tiga jam sehari, sehari penuh seminggu sekali. Waktu selebihnya dihabiskan bersama istri dan anak - anaknya. "Saya enjoy saja, bahagia di dua dunia," kata dia.

Pengamat Mitra Noldi Pangkerego mengatakan, kebo di Mitra tumbuh pesat karena kurangnya pengawasan pemerintah.

Kasat Pol PP Welly Mononimbar mengatakan, akan segera menggelar razia kumpul kebo di wilayah Mitra. "Kita akan basmi penyakit masyarakat ini," ujarnya.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved