Kotamobagu Kurang Bank Sampah
Dalam penilaian P1 tim adipura, ada beberapa yang menjadi catatan penting bagi pemerintah Kota Kotamobagu.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Hasil peniaian Persiapan (P1) tim Adipura di Kotamobagu akan diterima dua minggu lagi sejak (23/2). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tata Kota (Distaskot) Kotamobagu, Alex Saranaung belum lama ini.
"Hasil resminya dua minggu dari hari ini, baru bisa tau nilai hasil resminya P1 Adipura," ujarnya (23/2) Siang.
Dalam penilaian P1 tim adipura, ada beberapa yang menjadi catatan penting bagi pemerintah Kota Kotamobagu. "Ada beberapa kelemahan Kota Kotamobagu, yang sudah disampaikan ke kami (Distakot) yakni masih kurang pengomposan, bank sampah tingkatkan lagi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang masih jarang ditambah lagi," ujar Alex.
Dikatakannya, apa yang menjadi kelemahan Kotamobagu tersebut akan dimaksimalkan saat Persiapan Penilaian (P2). "Menurut informasi P2 akan dilaksanakan pada awal April sampai Mei. Kami masih menunggu jadwal penetapan," ungkapnya.
Ia pun tetap yakin dan optimis Kotamobagu, dapat meraih adipura tahun 2015. "Probability Kotamobagu untuk meraih adipura itu tetap ada," ungkapnya.
Lanjut dikatakannya, untuk nilai dalam penilaian adipura tahun 2015 itu sama seperti tahun lalu. "Nilai passing grade itu 75, dengan kategori tiik pantau berdasarkan kategori masing-masing kategori terbesar itu ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) nilainya 11, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST )10, pasar 8, dan yang lainnya seperti pemukiman, nilainya dibawah lagi," ujarnya.
Untuk meraih adipura, ditambahkan Alex memang tidaklah mudah, karena passing grade yang naik. "Seperti 2014 lalu kendalanya banyak kabupaten kota di Sulut, tidak capai passing grade, karena dari 74, dirubah menjadi 75, satu faktor yaitu tidak ada pemberitahuan dengan naiknya passing grade tersebut. Hanya tiga yang meraih adipura tahun lalu, Kotamobagu (sertifikat), Manado (piala), dan Bitung (Piala), yang lain tidak dapat," ungkapnya.
Untuk tahun ini pun meskipun mencapai passing grade namun belum mutlak mendapatkannya. "Se Indonesia itu hanya 100 Kabupaten Kota saja, kalau ada banyak yang dapat 75 akan di ranking, jadi belum mutlak," ungkapnya.(tribun manado/handhika dawangi)