Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

"Infus Sambil Duduk Saja Bu! Tidak Ada Tempat!" Kata Dokter di Manado

RSUP Kandou belum pantas dijadikan Rumah Sakit Rujukan Nasional.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - RSUP Kandou belum pantas dijadikan Rumah Sakit Rujukan Nasional. Suasana Instalasi Gawat Darurat RSUP Kandou Malalayang dipenuhi pasien dari berbagai daerah yang ingin berobat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari para medis. Pantauan Tribun Manado, Sabtu (21/2/2015). Puluhan pasien berada di luar kamar IGD.

Miris dialami para pasien, bukannya mendapatkan pelayanan yang baik mereka harus diperhadapkan dengan suasana yang kurang menyenangkan dari pihak medis. Perkataan kurang menyenangkan keluar dari mulut salah seorang petugas medis yang bekerja di RSU terkenal ini, bahkan untuk beristirahat mereka malah mendapatkan tempat di luar kamar termasuk di lorong rumah sakit. Tampak di lantai dua IGD dipenuhi pasien, begitu juga di lorong jalan rumah sakit.

Salah seorang pasien yang enggan disebutkan namanya berharap mendapatkan kamar untuk perawatannya hingga sembuh total. "Bagaimana mau sembuh jika seperti ini, penuh sesak dan semua kamar katanya full, mudah-mudahan ada jalan yang baik diberikan management rumah sakit," harap pasien pemilik kartu BPJS ini.

Pasien ini berharap langsung dirawat di dalam kamar rumah sakit, kurang lebih tiga jam dia harus menunggu hasil tes darah. Saat mengetahui bisa dirawat inap, pasien ini tidak kebagian tempat tidur dan malah hanya duduk di kursi. Salah satu petugas medis juga mengatakan pasien akan diinfus dalam keadaan duduk. "Infus duduk jo bu, soalnya tidak ada tempat. Kalau tidak ada tempat mau bagaimana lagi, yaa terserah noh kan sudah full dibilang dari tadi," tutur seorang pasien menirukan kata-kata yang dilontarkan seorang dokter yang sedang jaga malam.

Pasien ini kemudian menunggu lama kurang lebih 5 jam baru bisa mendapatkan tempat tidur untuk berbaring.

Begitu juga yang dialami pasien laki-laki pengidap penyakit jantung. "Saya sudah lima hari disini katanya tidak ada kamar kosong," kata pasien mengenakan oksigen itu.

Tribun Manado kembali menelusuri kamar-kamar para pasien, kamar yang seharusnya dijadikan tempat beristirahat pasien, malah kosong dan seakan tidak dihuni pasien. "Ini kamar rusak soalnya toiletnya bermasalah kurang lebih satu minggu," tutur petugas kebersihan yang sedang melakukan bersih-bersih di ruang pasien.

Begitu juga AC yang berada di dalam kamar pasien seakan tidak terurus, semestinya ada pemeliharaan dari pihak rumah sakit, malah tidak adanya perhatian.

Ketika dikonfirmasi Tribun Manado, Direktur Utama dokter Maxi Rondonuwu menuturkan Instalasi Gawat Darurat hanya bisa menampung 60 pasien, kenyataannya saat ini pasien membludak hingga mencapai 130 pasien. " Sistem rujukan di Sulut tidak jalan, sistem rujukan ini dari pemerintah, yang semestinya juga rumah sakit daerah beroperasi," tutur Rondonuwu seraya menambahkan pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien.

Ikuti terus informasi terbaru setiap hari di www.tribunmanado.co.id yang selalu menghadirkan berita nasional, olahraga, selebritis, gaya hidup, dan seputar berita Manado terkini

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved