Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Waspada, Kasus Rabies di Minahasa Terus Meningkat

Kabupaten Minahasa harus waspada terhadap penyakit akibat rabies, sebab hingga saat ini jumlah kasus rabies karena gigitan anjing semakin meningkat.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Kabupaten Minahasa harus waspada terhadap penyakit akibat rabies, sebab hingga saat ini jumlah kasus rabies karena gigitan anjing semakin meningkat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Yuliana Kaunang, tahun ini hingga pertengahan Februari, kasus yang dilaporkan atau tercatat ada 69 kasus yang terjadi, dan sudah ada memakan korban jiwa.

"Dari semua kasus yang dilaporkan, sudah mendapatkan penanganan, namun ada satu pasien yang meninggal dunia, dan mudah-mudahan hanya itu saja, tidak ada korban jiwa lainnya," ujar dia.

Menurutnya, yang menjadi penyebab tingginya rabies di Minahasa lantaran tingginya populasi hewan seperti anjing, namun tidak disuntik anti rabies oleh pemiliknya."Ya intinya dari hewan yang berabies, perlu disuntik," kata dia.

Ia menambahkan, untuk vaksinasi rabies sbenarnya sudah ada di beberapa puskesmas yang menjari rabies centre atau puskesmas satelit, seperti di puskesmas Kawangkoan, Tanawangko, dan Tondano."Untuk vaksinasi kita punya, jadi kalau terjadi kasus dan positif rabies, puskesmas sekitar bisa ambil vaksinnya di puskesmas satelit tersebut," ujarnya
Menurutnya, kasus rabies di Minahasa pada tahun 2014 mencapai 500 lebih, dan merenggut korban jiwa dua orang.

Untuk penanggulangan pertama setelah terjadi gigitan, luka dicuci pada air mengalir menggunakan sabun, kemudian dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Sementara itu, Refly Mambu kepala dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Minahasa mengatakan, saat ini Minahasa memiliki dua dokter hewan, yang selalu rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan seperti anjing, atau penyebab rabies lainnya.

"Dua dokter, namun satu masih studi lanjut, namun masalahnya bukan jumlah dokter, sebab mereka rutin melakukan vaksinasi, namun pemilik hewan seperti kadang yang tidak mau anjing mereka disuntik, sebab mau dijual, atau lainnya," jelas dia.

Terkadang juga, saat hendak melakukan vaksinasi, pemilik hewan tidak ada ditempat, sehingga dokter hewan harus pindah ke tempat lain, sementara wilayah tugas mereka sangat besar." Makanya kami imbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada kami, supaya melakukan vaksinasi terhadap anjing mereka," jelas dia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved